Pariwara
HEADLINE NEWS

Waduh, Banyak Orang Tak Dikenal Datangi Istri Salim Kancil, Mereka Memaksa…

KENDARINEWS.COM — KASUS tambang berdarah di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, membuat keluarga  Keluarga Salim Kancil, aktivis yang menolak penambangan pasir di Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang kini didatangi banyak pihak. Mulai tetangga, aktivis, sampai bupati. Meski demikian, rupanya masih ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.

211400_516808_salim_tambang

Informasi Jawa Pos Radar Semeru (kendariNews.com Group), sejak pembunuhan terhadap Salim alias Kancil, banyak pihak yang mendekati keluarga. Parahnya, kepentingan mereka tidak jelas. Bahkan, ada yang terindikasi hendak memanfaatkan situasi atas terbunuhnya Salim.

Tijah, istri almarhum Salim, menyatakan baru didatangi orang tak dikenal dan memaksa meminta tanda tangan. Seingatnya, mereka datang berombongan. Kemudian, dia disodori berkas untuk ditandatangani.

Tijah mengaku tak mengerti berkas yang disodorkan kepadanya itu berisi dokumen apa. Sebab, dia buta huruf. Yang jelas, di berkas itu sudah ada tulisannya, bukan blangko kosong.

Tijah mengaku dipaksa untuk menandatanganinya. Namun, karena tak bisa menulis, akhirnya dia hanya membubuhkan cap jempol. Setelah mendapatkan cap jempol, tiga orang itu pergi meninggalkan rumah almarhum Salim.

Kejadian tersebut ternyata tak hanya sekali. Beberapa waktu kemudian datang lagi sekelompok orang dengan tujuan sama. Mereka datang, lalu meminta Tijah menandatangani berkas yang sudah disiapkan.

Kelompok itu lagi-lagi tak menjelaskan untuk kepentingan apa berkas tersebut. Mereka hanya meminta agar Tijah menandatanganinya. ”Tapi, saya tak mau,” katanya. Tijah menyatakan, dirinya bersedia cap jempol saat ada orang yang memintanya kali pertama karena tidak tahu. Namun, ketika menceritakan peristiwa yang dialaminya itu ke beberapa tetangga dan aktivis antitambang, dia diperingatkan.

Sebab, Tijah sudah membubuhkan cap jempol di berkas yang tak jelas untuk apa. Mereka khawatir berkas disalahgunakan. Berangkat dari pengalaman itulah, dia menolak ketika ada lagi orang meminta tanda tangan atau cap jempolnya. (dt/ras/c19/ano)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top