Pariwara
HEADLINE NEWS

Terdakwa Korupsi Proyek Kapal Dengar Kesaksian Saudaranya

HERIS RAMADHAN/KENDARI POS__Saksi Anang Muhammad Rijayaldi saat memberikan keterangan di depan hakim Pengadilan Tipikor Kendari.

HERIS RAMADHAN/KENDARI POS__Saksi Anang Muhammad Rijayaldi saat memberikan keterangan di depan hakim Pengadilan Tipikor Kendari.

KendariNews.com, Kendari Hakim Pengadilan Tindak Pidana korupsi (Tipikor) Kendari menghadapkan Mirna Apriani ke meja hijau sebagai terdakwa dalam dugaan kasus korupsi pengadaan 10 unit kapal tangkap ikan pada lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wakatobi. Anang Muhammad Rijayadi juga dipanggil memberikan kesaksian bagi terdakwa Mirna Apriani. Saksi merupakan saudara kandung yang juga ditetapkan sebagai tersangka namun dalam berkas perkara terpisah.

Dalam kesaksiannya, Anang Muhammad Rijayadi menjelaskan dirinya merupakan konsultan pengawas yang saat itu bertemu dengan pria bernama Hasanuddin di Kendari dan bersepakat untuk memenangkan proyek pengadaan 10 unit kapal penangkap ikan dan Rumpon beserta kelengkapannya. Mereka akan menggunakan CV. Arisandi Utama yang Direkturnya adalah Mirna Apriani.

[two_third]

Pada kesempatan itu mereka telah bersepakat untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. “Setelah itu kami menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan meminjam CV. Mirna menyetujui sehingga diikutkanlah menjadi peserta dalam pelelangan tersebut. Kami juga bertemu dengan La ode Hajifu, Kadis Kelautan dan Perikanan yang juga menyanggupi untuk memenangkan proyek tersebut,” ungkap Anang.

Pihak panitia lelang lalu menyiapkan kelengkapan administrasi dan berita acara teknik kualifikasi yang menguntungkan CV. Arisandi Utama sehingga panitia barang dan jasa tinggal menandatangani tanpa proses tender seolah-seolah sudah sesuai prosedur. Total penawaran sebesar Rp 3 miliar dan CV. Arisandi Utama ditetapkan sebagai pemenang. Paket mulai dikerja dengan waktu pelaksaan kontrak selama 60 hari terhitung 18 Oktober sampai 16 Desember 2006.

Terdakwa Mirna pun sebagai pemilik perusahaan dianggap menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana, sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 32 ayat 3 dan ayat 4 Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Wangi-wangi, Dwinanto Agung Wibowo, MH mendakwa Mirna dengan pasal 3 dan 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP. “Ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda Rp 1 miliar,” kata Kasiintel Kejari Wangi-wangi itu, Kamis (1/10) lalu. (c/p14)

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top