Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Sultra Impor Tiang Pancang Dari Tiongkok

Tiang Pancang

Tiang Pancang

KendariNews.com, Kendari Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra terkait kegiatan ekspor impor yang terjadi selama Agustus 2015, didominasi oleh impor tiang pancang. Olehnya itu, kegiatan impor Sultra mengalami peningkatan yang signifikan dibanding dengan bulan sebelumnya, sementara ekspor Agustus juga turun dari bulan sebelumnya.

Kepala BPS Sultra, Adi Nurgroho mengatakan, ditengah situasi dolar yang sedang menggila, yang mendorong beban impor yang cukup tinggi, tapi malah mengalami kenaikan impor.

“Kita menduga tiang pancang itu kalau bukan untuk jembatan atau gedung beringkat, tapi anehnya kenapa harus didatangkan dari luar negeri. Hal ini harus diperhatikan oleh pihak terkait jangan sampai produksi tiang pancang dari Tiongkok lebih tinggi dari prokduksi dalam negeri,” ungkapnya.

Ekspor Sultra selama ini, lanjut Adi Nugroho, disuport oleh ore nikel, tapi setelah undang undang minerba diberlakukan ekspor Sultra down. Perlahan-lahan tuntutan pembangunan smelter mulai berlangsung, juli yang lalu ada geliat yang berkelanjutan, tapi saat Agustus hal tersebut kembali jatuh.

“Situasi dolar saat ini, seharusnya meransang kegiatan, tapi anehnya malah turun kemungkinan ada hambatan produksi. Bukan mustahil ada hambatan produksi barang jasa ekspor menuntut adanya tambahan mesin yang diimpor tapi ini baru dugaan,” tambahnya.

[two_third]

Dijelaskan, nilai ekspor Sultra Agustus 2015 tercatat US$ 11,48 juta atau mengalami penurunan sebesar 69,37 persen dibanding ekspor Juli 2015 yang tercatat US$ 37,48 juta. Sementara volume ekspor Agustus 2015 tercatat 4,65 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 70,08 persen dibanding ekspor Juli 2015 sebesar 15,54 ribu ton. Total ekspor Sultra tahun 2015 mencapai 77,70 ribu ton atau senilai US$ 185,92 juta.

“Nilai impor Sultra pada bulan Agustus 2015 tercatat US$ 36,96 juta atau mengalami peningkatan sebesar 25,71 persen dibanding impor Juli 2015 yang tercatat US$ 29,40 juta. Sementara volume impor pada bulan Agustus 2015 tercatat 121,37 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 175,90 persen dibanding impor Juli 2015 sebesar 43,99 ribu ton. Total impor Sultra tahun 2015 mencapai 448,43 ribu ton atau senilai US$ 253,63 juta,” ulasnya.

Ekpor Sultra selama Agustus 2015 terbesar dari kelompok komoditi besi dan baja dengan nilai US$ 177,48 Juta (95,46 persen). Selanjutnya, kelompok komoditi ikan udang dengan nilai US$ 4,83 juta (2,60 persen). Kemudian sisanya kelompok komoditi bahan bakar mineral dan komoditi hewani lainnya. “Dengan negara tujuan Belanda senilai US$ 1,26 juta (27,57 persen), Tiongkok sebanyak US$ 63,03 juta (33,90 persen), dan Korea Selatan senilai 47,99 Juta (25,81 persen) dengan pangsa pasar 87,28 persen, rincinya.

Share impor terbesar Sultra oleh kelompok komoditi bahan bakar mineral senilai US$ 211,74 juta (83,48 persen), produk keramik sebanyak US$ 15,99 juta (6,30 persen), barang dari batu, semen, asbes dan sejenis, mesin dan pesawat mekanik. “Sementara negara asal Impor yakni Singapura senilai US$ 170,13 juta (67,08 persen), Tiongkok sebanyak US$ 39,64 juta (15,63 persen) dan Malaysia senilai US$ 38,82 juta (15,30 persen) dengan pangsa pasar 98,01 persen,” tutupnya. (myu/b )

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top