Pariwara
HEADLINE NEWS

Dua Kasus Sama, Beda Perlakuan, Ini Penjelasannya

KENDARINEWS.COM, KENDARI- Acuan yang sama dalam KUHP, harusnya membuat analisa hukum pada sebuah kasus, tak berstandar ganda. Namun lihat saja proses hukum kasus bahan bakar minyak (BBM) illegal yang ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra.

3-Salah seorang penyidik Tipiter menunjukan mobil penganggut BBM jenis solar ilegal. egi (2)

Pada dua kasus tangkapan Tim Tipiter lima bulan lalu yakni mengamankan 4 ton solar ilegal dan tangkapan 700 liter solar di tempat berbeda. Kasus tangkapan 4 ton solar ilegal, berkasnya hingga kini tak jelas. Penyidik selalu mengeluarkan argumen masih dalam proses penyelidikan. Sementara untuk 700 liter solar ilegal yang disita pada Rabu (19/8) lalu kasusnya sudah tahap I sejak 2 September lalu dan menunggu P21 atau dinyatakan lengkap oleh jaksa.

Kasubbid PID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh yang dikonfirmasi pun tak bisa menjelaskan apa penyebab adanya perbedaan perlakuan dalam pengusutan kasus itu. Hanya saja Dolfi mengatakan, berkas acara pemeriksaan kasus 4 ton BBM ilegal yang menyeret dua tersangka yakni Awal (sopir) dan Nasa (pemilik BBM) masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya kini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Berkas belum di kirim ke JPU dan masih tersimpan di meja penyidik.

“Masih ada saksi yang mau diperiksa. Yang pasti masih dalam proses penyelidikan,” kata Kasubdit Tipiter, AKBP Rino Eko melalui sambungan teleponnya kepada Dolfi. Kasubbid PID tidak menjelaskan apa kendala sehingga lama melakukan penyelidikan. “Tidak ada penjelasan dari Kasubditnya. Yang pasti katanya masih dalam proses penyelidikan,” ulangnya, kemarin.

Sebenarnya kasus tangkapan BBM ilegal sebanyak 4 ton, sudah pernah di pertanyakan oleh JPU. Jaksa mengeluarkan surat permintaan klarifikasi atau P17. Indikasi adanya “pengendapan” kasus pun tak dapat ditepis. Kasus yang menyita 1 unit mobil tangki berbendera PT. Zakiyah Raya Langkikima (ZRL), kini masih di meja penyidik. Dirkrimsus Polda Sultra, Kombespol Midi Siswoko juga sudah mengeluarkan disposisi pada penyidik agar berkasnya segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Untuk diketahui, selain berkasnya yang mandek, penahanan terhadap tersangka Awal dan Nasa ditangguhkan. Bahkan satu unit mobil tangki bermuatan 4 ton solar sebagai barang bukti juga dipinjampakaikan. Solar ilegal tersebut kini tak diketahui keberadaannya. Sebelumnya, Tipiter melakukan penangkapan terhadap mobil tangki PT. Zakiyah Raya Langgikima di Desa Pohara Kecamatan Sampara Selasa (26/5) sekitar pukul 23.45 Wita.

Sementara kasus 700 liter BBM ilegal dalam kemasan jerigen berhasil diungkap polisi di Kelurahan Puunggolaka, Kecamatan Puuwatu Rabu (19/8) pukul 12.45 Wita. Sehari telah melakukan penyelidikan, Tipiter sudah menetapkan satu tersangka dalam kasus tersebut. Pelaku diketahui bernama Muh. Yusuf, warga setempat. Rencananya, BBM tersebut akan dibawa ke Kolaka Utara untuk kepentingan bisnis. (b/egy)


Notice: Trying to get property 'term_id' of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top