Solidaritas Adlun Marak di Media Sosial, Polisi Panen Kritik – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Solidaritas Adlun Marak di Media Sosial, Polisi Panen Kritik

Adlun Fiqri

Adlun Fiqri

KendariNews.com, Ternate — Solidaritas terhadap AF alias Adlun marak di media sosial. Mahasiwa Universitas Khairun Ternate yang ditangkap polisi, Senin (28/9) karena mengunggah video seorang polisi lalu lintas menerima suap itu mendapat banyak simpati dari netizen.

Netizen dengan gencar menyuarakan solidaritasnya melalui hashtag#SaveAdlunFiqri, dan #KitaAdalahAdlunFiqri. Pria bernama lengkap Adlun Fikri Sigoro itu juga mendapat banyak dukungan dari kalangan LSM. Sebab, selama ini, Adlun dikenal sebagai aktivis AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Maluku Utara dan Literasi Jalanan.

Selain AMAN, Adlun juga didukung LSM ICJR (Institute for Criminal Justice Reform). Dalam lamannya, ICJR mendesak agar penahanan atas Adlun Fiqri dihentikan. Penahanan Adlun dinilai telah membungkam pengungkap kebenaran.

Dalam akun twitter #SaveAdlunFiqri, netizen juga melontarkan kritik terhadap polisi. “Polisi jangan marah jika ada sikap warga yang seperti itu. Itu harus jadi masukan, introspeksi,” kata pemilik akun SaveAdlunFiqri.

[two_third]

“Penguasa negaraku, apa gunanya lagi sila ke-5 dalam Pancasila di negara kita? Apakah perbuatan beliau keji di mata kalian,” kata pemilik akun @atrasxvr.

Melalui kaskus dan facebook, komentar-komentar bernada kritik terhadap polisi atas penangkapan Adlun juga terus mengalir. Netizen mengajak warga mengirim SMS kepada Kapolres Ternate (085366969696) agar segera membebaskan Adlun. “Monggo buat yang mau SMS kapolresnya…,” ujar seorang kaskuser, negri.edan.

“Pencemaran nama baik itu kalo yang dicemarkan namanya memang baik, tapi kalo namanya memang udah tercemar seseorang ga bisa dituntut karena mencemarkan nama baik toh?,” begitu kata kaskuser, badrudubradu.

Sebelumnya diberitakan, AF alias Adlun ditangkap polisi karena mengunggah video seorang polisi lalulintas yang diduga meminta uang saat melakukan tilang kepada para pengendara. Video berjudul “Kelakuan Polisi Menerima Suap” diunggah di youtube. Setelah itu dibagikan ke facebook dan grup Aku Cinta Maluku Utara.

Namun sehari kemudian, video tersebut tidak lagi bisa diakses. Polisi menahan Adlun dan menjadikannya tersangka karena dianggap mencemarkan nama baik polisi. AF disangkakan dengan pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Teknologi Elektronik(ITE), dengan ancaman kurungan 6 tahun penjara.

“Ini karena anggota kita merasa telah difitnah dan dirugikan sehingga ada hak dari yang bersangkutan memproses pelaku,” kata Kapolda Malut, Brigjen Pol Zulkarnain.(ron/jpg)

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top