Rizal Akan Masuk DPO – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Rizal Akan Masuk DPO

Kasubbid PID Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh.

Kasubbid PID Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh.

KendariNews.com, Kendari Aparat Direktorat reserse kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Sultra terus melakukan pengusutan dan mencari tahu keberadaan terlapor bernama Risal yang disebut melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 700 juta. Sayangnya penyidik saat ini masih terkendala dalam melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Pasalnya keberadaan terlapor Risal belum diketahui.

Penyidik pun akan menetapkan pria yang berprofesi sebagai kontraktor itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Menurut Kasubbid PID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, dengan cara tersebut Risal bisa dihadirkan di meja penyidik untuk menjalani pemeriksaan. “Kendalanya sekarang surat panggilan yang akan dikirim tidak ditahu akan dialamatkan ke mana. Karena terlapor tidak diketahui. Makanya kalau terlapornya hadir status kasusnya sudah bisa ditentukan,” kata perwira polisi ini, kemarin.

Menurut komisaris polisi itu, sebagian bukti-bukti untuk meningkatkan status kasus tersebut ke penyidikan sudah ada di tangan pemeriksa. Data-data itu diperoleh dari hasil pemeriksaan saksi-saksi baik pelapor dan rekan terlapor yang juga diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Sekadar diketahui, Risal dilaporkan terlibat kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang pada tahun 2014. Penyidik sangat membutuhkan keterangan Rizal untuk menguak kasus yang dilaporkan seorang kontraktor asal Kabupaten Kolaka Timur bernama Sabri Samsuddin, ST. Sabri melaporkan Rizal dan sejumlah nama, termasuk pejabat di Koltim bernama Abdul Haris.

Kasus tersebut bermoduskan iming-iming proyek pekerjaan sarana air bersih di Koltim pada 2014 silam. Syaratnya, Sabri harus menyetor uang tanda jadi. Mendengar hal itu Sabri langsung memberikan sebesar Rp 700 juta pada Rizal. Namun sayangnya proyek tersebut fiktif. Merasa tertipu, Sabri pun mengadukan perkara itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sultra sejak Juli 2015 atas tuduhan penipuan dan penggelapan. Dari pemeriksaan keduanya terungkap beberapa fakta. Abdul Haris menyebut, uang sejumlah Rp 700 juta itu seluruhnya diambil Rizal yang diduga kuat  digunakan untuk membiayai kampanye pada pemilihan calon anggota legislatif lalu. (b/egy)

[ads1]

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top