PLN Tak Ingin Disalahkan, Masyarakat Disuruh Memilih – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

PLN Tak Ingin Disalahkan, Masyarakat Disuruh Memilih

pln-proyeksikan-penghematan-rp5-triliun-eoKKENDARINEWS.COM, JAKARTA — Marakanya mafia pulsa token listrik Prabayar yang dianggap merugikan rakyat. Kini, PT PLN (Persero) menegaskan  bahwa masyarakat  tidak diwajibkan untuk menggunakan listrik prabayar jika mereka merasa dirugikan. PLN juga kini seakan memberikan ruang kembali kepada rakyat untuk memakai litrik meteran dan tak mau disalahkan.

“Tidak ada kewajiban itu, cuma memang PLN mendorong ke arah sana (berlanggan listrik prabayar),” tutur Sekretaris Perusahaan PLN Adi Supriono saat ditemui di Kantor Pusat PLN kepada kendariNews.com di Jakarta, Selasa (8/9). Menurut Adi dengan menggunakan listrik prabayar masyarakat bisa lebih bijaksana dalam menggunakan listrik. PLN sendiri menyebut layanan listrik prabayar sebagai layanan listrik pintar karena setiap pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

[two_third]

Selain itu, lanjut Adi, penghitungan listrik prabayar dinilai lebih akurat dibandingkan listrik pascabayar. “Listrik yang pascabayar kan orang harus baca meter ya dan kadang-kadang kalau baca meter juga ada orang salah baca atau mungkin pas baca rumahnya terkunci sehingga harus menebak angka meter nya, jadi tidak akurat,” kata Adi.

Kendati demikian, Adi memahami kelemahan dari skema pembelian token (pulsa) listrik prabayar yaitu semakin sering masyarakat membeli token, akan semakin besar potongan biaya admistrasi. Besaran potongan biaya administrasi ini tergantung channel bank mitra yang dipilih pelanggan. Tarifnya bervariasi dari Rp 1.600 per transaksi hingga Rp 3.500 per transaksi.

Sebagai ilustrasi, pelanggan yang membeli token listrik dengan nominal Rp 100 ribu sekali bayar biaya administrasi yang dibayarkannya akan lebih kecil dibandingkan pelanggan yang membeli token bernominal Rp 20 ribu sebanyak lima kali. Adapun nilai token listrik prabayar yang tersedia saat ini terdiri dari Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 250 ribu, Rp 500 ribu, dan Rp 1 juta.

“Misalkan beli (token) yang nominal terkecil Rp 20 ribu biaya adminnya Rp 2 ribu, kalau beli lima kali kan sudah kena Rp 10 ribu sendiri biaya administrasinya,” rincinya. (Hadrian Mapa/b)

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top