Pariwara
Opini

Menakar Kemajuan Pembangunan di Muna

abspandukkerajaanwuna_2

[dropcap]K[/dropcap]abupaten Muna yang telah mengalami perjalanan sampai ditahun 2015 ini mengalami pembangunan dinamika tersendiri. Pada masa pergantian orde lama ke orde baru, sampai pada zaman reformasi dengan segala pembangunan yang telah dilakukan oleh para pemimpinnya, yang tentu saja seiring sejalan dengan dukungan yang dari masyarakat menjadikan catatan tersendiri untuk menelaah lebih jauh mengenai takaran pembangunan di Kabupaten Muna.

Kabupaten Muna terbentuk mempunyai cita cita untuk melaksanakan pembangunan sebagaimana yang dilakukan oleh kabupaten lainnya diwilayah Republik Indonesia.Cita cita pembangunan Kabupaten Muna adalah merupakan wujud dari pelaksanaan pembangunan nasional yaitu upaya untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat bangsa dan negara yang sekaligus merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mencapai tujuan nasional.

Pembangunan nasional merupakan cakupan dari berbagai aspek politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan secara berencana, menyeluruh, terarah, terpadu, bertahap, dan berkelanjutan. Keseluruhan pembangunan tersebut memiliki hakikat yang mendalam yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya.

Seorang Pakar pembangunan Everet Kleinjans mengatakan bahwa pembangunan merupakan suatu proses melalui mana suatu masyarakat melangkah untuk mendapatkan kemampuan dalam meningkatkan kualitas kehidupan dari warganya.

Pembangunan mempunyai ciri ciri sebagai berikut :

  1. Perubahan Kearah kemajuan
  2. Terencana dengan baik
  3. Mempunyai tujuan yang jelas
  4. Berkesinambungan
  5. Dilakukan secara bertahap

Berdasarkan hal tersebut, menakar pembangunan dikabupaten Muna maka sudah menjadi sebuah keharusan untuk melakukan refleksi terhadap pembangunan di Muna dengan melihat kinerja dan sumbangsih yang telah diberikan oleh pemimpin yang ada dengan segala pencapaian yang telah dilakukan.

Zaman Orde Lama

Sejak masa kepemimpinan Bupati Muna pertama yaitu Laskar Koedoes pada kurun tahun 1960-1961, fokus pembangunan di Kabupaten Muna lebih terfokus kepada perintisan jalan yang ada utamanya di Kota Raha. Saat itu pemerintahan belum begitu kondusif dikarenakan instabilitas dalam negeri. Terhitung berturut turut Bupati Muna yaitu Lettu Infanteri M.Thalib, sampai kepada La Ode Rasyid ditahun 1965-1970, pembangunan lebih difokuskan kepada pemulihan keamanan didalam negeri. Pembangunan pada saat itu merupakan sentralisasi arahan dari pusat terkait dengan kondisi keamanan. Pada masa itu negara menstabilkan kondisi keamanan sebagai hal utama yang dilakukan.

Zaman Orde Baru

Masa Orde Baru di Muna, kepemimpinan berganti dari La ode Rasyid kepada Drs.La Ute pada tahun 1970-1974. Dimana gebrakan yang dilakukan adalah dengan menata adminsitrasi pembenahan awal yang dilakukan adalah menata dan melengkapi pembagian kerja kepada sekretariat daerah, mengoptimalkan badan statsitik daerah sebagai lembaga sensus untuk mendata penduduk dalam menghadapi pemilihan umum yang nantinya akan dilaksanakan pada tahun 1971. Melakukan penataan terhadap Depdikbud, menata Departemen Agama, Pertanahan, Departemen Kesehatan dan pegawai pada kantor kecamatan diseluruh Kabupaten Muna.

Dimasa pemerintahan Bupati Muna Drs La Ute, sektor transportasi darat dilakukan perbaikan dengan fokus kepada jalan Tampo raha yang merupakan jalan strategis yang menghubungkan Kabupaten Muna dengan Kendari. Periode selanjutnya adalah Drs La Ode Kaimoeddin tahun 1974-1981 dengan gebrakan landasan ekonomi kerakyatan mengembangkan dan mengajarkan bertani jambu mete sebagai salah satu modal ekonomi desa. Manuver pembangunan berikutnya dilakukan oleh Bupati Muna Drs.La Ode Saafi Amane dalam hal lingkungan sehingga pada masanya Muna mendapatkan penghargaan Piala Adipura.

Masa kepemimpinan berikutnya yaitu Drs.Maola Daud dengan mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang membantu usaha kecil yang ada di Muna. Banyak UKM yang mendapatkan bantuan diantaranya adalah pabrik genteng dan tehel yang terletak di Desa Lapadaku, Desa Lindo, Desa Latugho, Desa Bungi dan di Wapunto. Memberikan masyarakat alat pengupas jambu mete agar masyarakat dapat mengembangkan hasil kebun jambu mete, didaerah yang mempunyai potensi kerajinan sarung tenun maka diberikan bantuan alat tenun, memberikan alat penggiling jagung kepada masyarakat. Selain itu pula mengadakan pembangunan monumental lainnya.

Pada masa kepemimpinan Bupati kedelapan berikutnya yaitu Brigjend (Purn) HM Saleh Lasata maka fokus terutama pada kegiatan ekonomi kemasyarakatan dengan menggagas berdirinya Pasar Laino yang sampai sekarang ini dinikmati masyarakat. Saleh Lasa digantikan oleh Jamaluddin Bedu yang juga merupakan militer dengan melakukan pembangunan yang terarah. Salah satunya terfokus kepada pemberantasan ilegal logging yang marak di Kabupaten Muna.

[two_third]

Zaman Reformasi

Zaman reformasi yang ditandai dengan kebebasan demokrasi menjadikan iklim perpolitikan yang baru juga di Kabupaten Muna. Selepas Kolonel Jamaluddin Beddu, terpilih Ridwan BAE menjadi Bupati Muna. Ridwan BAE yang menjabat tahun 2000-2005 dan kemudian terpilih kembali 2005-2010 telah memoles wajah Ibu Kota Kabupaten Muna menjadi seperti sekarang ini. Wilayah Kota Raha yang dulunya gelap pada beberapa sudut kota terang benderang, membangun jalur bypass dan membangun sarana olahraga serta alun alun Kota Raha.

Bupati Muna kemudian adalah dr.H.LM Baharuddin.M.Kes yang menjabat periode 2010 sampai saat ini ditahun 2015. Dimasa kepemimpinannya, Muna mulai bergerak maju dan keluar dari kategori sebagai kabupaten tertinggal pada Oktober 2014.

Dari buah karya dan pengabdian yang diberikan tersebut menjadi sebuah analisa penting bagi pemerintahan yang akan datang. Tentunya dengan menjadikan pembangunan selaras padu padan dengan segala bentuk aspek kebutuhan masyarakat serta menjunjung tinggi nilai agama, sosial dan budaya dikarenakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan akan berhasil dengan baik jika rakyat mendukung dalam berbagai aspek. Dalam hal ini menjadi sebuah pencerahan bahwasanya keberhasilan yang dilakukan oleh pemerintah sebenarnya adalah merupakan keberhasilan rakyat pada umumnya menuju masyarakat yang adil dan makmur.

*Penulis adalah pemerhati pembangunan Sultra
[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top