Pariwara
Bombana

Pemurnian Emas di Bombana Positif Gunakan Merkuri

KENDARINEWS.COM, RUMBIA-Aktivitas pemurnian emas ilegal disalah satu rumah kontrakan di bilangan Lameroro, Kecamatan Rumbia, menjadi bukti lemahnya pengawasan di bidang pertambangan. Tidak hanya dari unsur pemerintah daerah, terutama dari Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Pertambangan selaku instansi tehnis, aparat kepolisian di Bombana juga tidak bekerja maksimal mengawasi pertambangan ilegal di daerah itu.

3-EmasFaktanya, pemurnian emas yang diungkap warga setempat, rupanya sudah lama berjalan yakni sekitar dua bulan. Tidak hanya itu, dugaan warga jika aktivitasnya mengolah emas menggunakan bahan kimia jenis merkuri ternyata tidak meleset. Meski terkesan irit berbicara terkait masalah ini, namun Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bombana telah memastikan jika kegiatan pemurnian itu positif menggunakan merkuri.

Kepala Bidang Amdal Bombana, Makmur, S.Pi tidak berkomentar banyak terkait aktivitas ilegal yang diungkap warga Lameroro itu. Padahal saat kasus ini terungkap akhir pekan lalu, Makmur terlihat langsung di lokasi pemurnian bersama beberapa orang anggota polisi dari Polres Bombana.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup, Siti Sapiah Rustam membenarkan jika pemurnian ilegal itu menggunakan merkuri. “Betul pemurniannya menggunakan merkuri,” kata Siti Sapiah. Mantan staf ahli Bupati ini mengaku terkejut mengetahui hal tersebut. Betapa tidak, selain aktivitasnya dilakukan ditengah-tengah rumah penduduk, limbah bahan kimia yang mereka gunakan mengalir ditengah persawahan dan dikonsumsi hewan ternak warga. “Pasir-pasir sisa pemurniannya langsung dimakan ayam disekitarnya,” sambungnya.

[two_third]

Meski terkejut dan merasa prihatin dengan pemurnian emas yang menggunakan bahan kimia itu, namun Badan Lingkungan Hidup tidak bisa berbuat banyak. Buktinya, instansi yang mengurusi lingkungan hidup ini belum mengambil tindakan tegas kepada pengelola pemurnian emas ilegal itu. BLH justru menyerahkan masalah tersebut kepada aparat kepolisian selaku penegak hukum untuk mengusut persoalan itu.

Sampai kemarin, BLH baru sebatas menerima laporan dan mendatangi langsung tempat pemurnian emas ilegal tersebut. Hasil temuan mereka hingga kemarin, BLH mengklaim jika lokasi tersebut sudah dikosongkan oleh pemiliknya. “Saya sudah masuk melalui pintu belakang, tidak adami aktivitas di dalam rumah kontrakan itu,” ungkap Siti Sapiah.

Koordinator Walhi Sultra, Kisran Makati mempertanyakan fungsi pengawasan Badan Lingkungan Hidup dan aparat kepolisian atas temuan pemurnian emas ilegal dengan menggunakan bahan kimia di Kelurahan Lameroro itu. “Dimana fungsi pengawasan BLH dan Polisi?” tanyanya.

Kisran Makati menambahkan, selaku instansi tehnis BLH dan polisi selaku aparat penegak hukum, harus bergerak cepat menindaklanjuti pemurnian ilegal dan penggunaan bahan kimia di kawasan padat penduduk itu. “Jangan didiamkan begitu saja. Kalau itu terjadi (diamkan), berarti ada indikasi pembiaran. Jika itu terbukti, Walhi bisa melaporkan sebagai unsur pidana dan perdata,” tegasnya. (nur/b)

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top