Pariwara
Opini

Pemimpin Perlu Memiliki Lima Kriteria

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

[dropcap]D[/dropcap]alam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 terdapat beberapa point penting, antara lain : mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Agar tujuan pembangunan nasional dapat berjalan sebagaimana diharapkan, maka sejak Orde Baru (1968-1998) pembangunan nasional dilaksanakan secara bertahap melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang dimulai dari Pelita I sampai dengan Pelita V.

Hasil-hasil pembangunan selama pemerintahan Orde Baru telah menunjukkan banyak kemajuan dan perkembangan yang cukup signifikan. Setelah rezim Orde Baru berakhir tahun 1998, maka terjadi beberapa kali pergantian kepemimpinan nasional (Presiden) yang dimulai dari BJ.Habibie, KH. Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, dan Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) yang dikenal dengan era reformasi. Selanjutnya setelah era reformasi berakhir pada bulan Oktober 2014 maka kepemimpinan nasional dalam hal ini Presiden Republik Indonesia yang ketujuh dijabat oleh Joko Widodo yang berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, rakyat Indonesia menggantungkan harapan besar agar dalam lima tahun kedepan bangsa Indonesia akan jauh lebih maju dan sejahtera. Harapan rakyat Indonesia untuk lebih mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional sangatlah beralasan mengingat sampai saat ini cita-cita yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 khususnya “Kesejahteraan Umum Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dapat dikatakan belum terealisasi sepenuhnya sebagaimana yang diharapkan.

Untuk mendukung pencapaian sasaran program pembangunan nasional maupun regional, seyogyanya seorang pemimpin perlu memiliki lima kriteria, antara lain :

  1. IMAN. Seorang pemimpin seharusnya memiliki landasan iman yang kokoh agar tidak mudah terpengaruh dengan berbagai godaan terutama harta dan wanita.
  2. INTEGRITAS. Pemimpin yang berjuang untuk mensejahterakan rakyatnya tentunya perlu memiliki integritas .Sebab apabila tidak memiliki integritas, maka besar kemungkinan akan menggunakan jabatan dan kewenangannya untuk memperkaya diri atau kelompoknya.
  3. INTELEGENSI. Kecerdasan atau intelegensi merupakan faktor penting bagi seorang pemimpin didalam menjalankan tugas yang diamanatkan oleh rakyat guna pencapaian sasaran program yang telah direncanakan.
  4. IMPIAN. Seorang pemimpin perlu memiliki suatu impian atau visi yang jauh kedepan (visioner). Hal ini penting artinya karena dengan kepercayaan atau mandat yang diberikan oleh rakyat harus dijalankan dengan baik untuk membawa perubahan dan kesejahteraan.
  5. IMPLEMENTASI. Seorang pemimpin harus mampu mengimplementasikan berbagai program ataupun proyek yang telah direncanakan guna mewujudkan impiannya yaitu kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.

Dari uraian tersebut diatas bila dikaitkan dengan kepemimpinan daerah dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur yang periodenya akan berakhir pada bulan Februari 2018 yang akan datang, maka akan terjadi persaingan yang cukup ketat diantara beberapa calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Beberapa waktu lalu sempat dimuat dalam edisi pemberitaan di Kendari Pos nama-nama bakal calon yang akan bersaing dalam bursa calon Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2018 – 2023, antara lain : DR., Ir. Asrun, Ir. Hugua, Ir.Ridwan BAE, Rusda Mahmud, Ir. LM. Syafei Kahar, dan DR. Lukman Abunawas, SH,MSi.

Dari beberapa bakal calon gubernur tersebut tentunya akan berupaya menarik simpati rakyat pada saat sosialisasi agar mendapat dukungan mayoritas suara. Salah satu ajang yang sangat diharapkan adalah pada saat penyampaian visi dan misi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Untuk itu,   setiap pemilih tentunya sudah dapat menentukan siapa diantara beberapa nama calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang nantinya mereka akan pilih.

Bila kita memperhatikan jumlah penduduk daerah Sulawesi Tenggara berdasarkan data BPS (2013) yang berjumlah 2.360.611 jiwa, diperkirakan sekitar 60 persen berdomisili di pedesaan dan sebagian besar adalah petani, peternak, pekebun dan nelayan., maka tentunya kondisi perekonomian mereka masih perlu ditingkatkan agar dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya. Dengan demikian apabila program yang ditawarkan oleh calon Gubernur dan Wakil Gubernur sangat rasional dan dapat diwujudkan ,maka besar kemungkinan mereka akan mendukung pasangan calon yang akan memperjuangkan nasib mereka. Kemudian dari lima kriteria yang layak dimiliki oleh seorang pemimpin dapat dikatakan juga sudah terpenuhi.

*Penulis adalah Mantan Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP Prov. Sultra


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top