Pariwara
HEADLINE NEWS

Dua Pejabat Dinkes Koltim Ditahan, Kuasa Hukum Ancam Praperadilan

Pejabat-Ditahan

Penahanan dua mantan Pejabat Dinkes Konkep oleh Kejari Kolaka terkait dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di instansiya tahun 2014/dok

KENDARINEWS,COM, KENDARI — Dua pejabat Dinas Kesehatan Kolaka Timur telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Kolaka pada Jumat (28/8) lalu. Mereka adalah inisial Heri Faisal dan Jubair selaku Kadis dan Sekdis Dinkes Koltim yang diduga melakukan korupsi dalam proyek pengadaan alat kesehatan di instansinya.

Adanya penahanan terhadap kedua tersebut, Yustisi, SH selaku kuasa hukum tersangka dugaan korupsi anggaran Dinas Kesehatan Koltim tahun anggaran 2014 itu, mengaku keberatan terkait penahanan kedua kliennya.  Dengan alasan, kedua tersangka dalam keadan sakit dan membutuh perwatan medis secara intens oleh dokter. “Seharusnya Kejaksaan belum bisa melakukan penahanan terhadap klien kami. Kondisinya tidak memungkinkan, karena sedang sakit. Obat yang direkomendasikan oleh dokter untuk di konsumsi tidak ada dijual di Kolaka maupun Kendari dan ini bisa membahayakan klien kami,” kata Yustisi kepada kendariNews.com saat dikonfirmasi, Senin (31/8).

Keberatan tersebut, Yustisi mengaku hari ini (31/8) telah mengajukan permohonan kepada Kajari Kolaka untuk menangguhkan penahanan terhadap kedua kliennya, dengan alasan sakit. Ia berharap, Kejaksaan dapat menerima dan mengabulkan permohonan itu. Selain sakit, permohonan penangguhan karena menilai kerugian negara atas dugaan korupsi yang melilit kliennya diketahui. Apalagi hasil audit BPKP perwakilan Sultra diterima.

“Bagaimana kami dapat mengetahui apa pokok permasalahannya, sedang kami belum menerima hasil auditnya. Jadi belum bisa komentari tanyakan saja sama jaksanya langsung, kenapa kedua klien kami ditahan,” ngakunya.

Tapi  masalah kesehatan lanjut Yustisi mesti harus dikabulkan permohonan penangguhan, karena itu merupakan hak tersangka yang diatur dalam undang-undang. Jika tak direspon permohonan itu, ia berjanji akan melakukan upaya hukum yakni melayangkan praperadilan terkait proses penahanan yang dinilai terdapat kenjanggalan.

“Tapi sejauh ini, kami masih berkonsultasi dengan keluarga dan kedua klien soal praperadilan itu.  Masih menunggu keputusan keluarga, tetapi besar kemungkinan akan dilakukan (Praperadilan red),” terangnya. (Heris/b)

[ads1]


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top