Pariwara
Opini

KKN Kebangsaan adalah Panggilan Sejarah

kkn22

…Slamatlah Rakyatnya Slamatlah putranya

Pulaunya lautnya semuanya

Majulah Negrinya Majulah Pandunya

Untuk Indonesia Raya…

Surat Terbuka untuk Menritek Dikti Tinggi RI

Oleh : La Ode Muhammad Aslan*)

[dropcap]L[/dropcap]irik lagu Indonesia Raya asli ciptaan W.R. Supratman, walaupun jarang diperdengarkan di acara resmi kenegaraan, sebenarnya sudah menyiratkan mimpi besar para founding fathers bangsa Indonesia mewujudkan Indonesia sebagai bangsa besar dan berdaulat.

Bukan secara kebetulan, kedatangan Menristek Dikti RI di UHO sangat bernuansa sejarah. Mengapa ? Di bulan ini kita baru saja memperingati peristiwa hari kemerdekaan RI ke-70. Di bulan ini kita memperingati hari maritim ke-70,tanggal 21 Agustus. Di bulan ini juga Menristek Dikti RI datang di bumi Sultra, bumi Bahteramas sekaligus Provinsi Maritim dan miniatur Indonesia karena 2/3 wilayah Provinsi ini adalah laut dan terdiri dari 651 pulau, persis replika dari bumi nusantara tercinta yang juga 2/3 wilayahnya terdiri dari laut,

Di bulan ini Menristek RI pertama kali hadir di kampus UHO, kampus pertama di Indonesia yang menerapkan mata kuliah wawasan maritim dan kampus bervisi maritim untuk semua jenjang pendidikan, dari Diploma-S3. Di bulan ini jugalah KKN kebangsaan pertama kali ini dilakukan di Kabupaten Muna Barat, Sultra yang berlokasi di 30 desa pesisir dan pulau pulau kecil.

Fakta dan nuansa sejarah yang tertuang di atas dari kegiatan ini merupakan langkah strategis yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan karena 3 (tiga) alasan : Pertama, Indonesia akan memasuki era MEA tahun 2016. Kegiatan KKN kebangsaan tahun 2015 ini merupakan tahun terakhir sebelum Indonesia memasuki era MEA yang secara efektif berlaku sejak Januari 2016. Apa yang perlu kita siapkan? Para pemuda khususnya para mahasiswa untuk siap bersaing di era MEA. KKN kebangsaan ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi, pemahaman dan   kepedulian mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia dalam melakukan pengelolaan sumberdaya pesisir dan kelautan, memperkokoh rasa kebangsaan dan menjadi ajang perekat antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan daerah di Indonesia, memperkenalkan potensi dan tantangan pengelolaaan sumber daya alam dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Sultra.

Kedua, kesiapan kita mensyukuri rezeki dari Allah berupa bonus demografi yang diprediksi pada tahun 2020-2030. Bonus demografi adalah berkah buat Indonesia karena diprediksi akan memiliki jumlah penduduk usia produktif yang melimpah ( 2/3 dari jumlah penduduk total). Bonus demografi dilihat aspek Dependency Ratio (angka beban ketergantungan) yang cukup rendah, yaitu mencpai 44. Hal ini berarti bahwa dalam setiap 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) hanya menanggung sekitar 44 penduduk tidak produktif. Dengan bonus ini, maka peluang mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dicapai. Namun   diperlukan kesiapan angkatan kerja berkualitas. KKN kebangsaan merupakan salah satu media pembelajaran untuk mewujudkan hal tersebut.

Perlu dukungan dan kemauan semua pihak untuk mewujudkan hal tersebut khususnya dari Kemenristek Dikti. Keberhasilan memanfaatkan bonus demografi dipengaruhi kesiapan pemerintah untuk menyiapkan angkatan kerja berkualitas. Kualitas itu berkaitan peningkatan kualitas pendidikan. Data BPS (2014) menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) tahun 2013 di Indonesia masih rendah (20,14%). Padahal di usia produktif inilah masa depan Indonesia sangat diharapkan berkembang lebih maju dan cepat. Di sisi lain, indeks pengembangan sumberdaya manusia (Human Development Index /HDI) Indonesia berada di urutan 111 dari 182 negara. Dikawasan ASEAN, HDI Indonesia berada di urutan enam dari 10 negara. Posisi ini masih di bawah Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei dan Singapura. Tingkat HDI ini terbukti dari tidak kompetitifnya para pekerja Indonesia di dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri.

Oleh karena itu, kiranya Menristek Dikti perlu merancang secara komprehensif dan integraf kesiapan tenaga handal yang ditelorkan oleh Perguruan Tinggi (PT). Kesiapan kualitas SDM menghadapi MEA dan bonus demografi merupakan underlined factor utama dalam mengantisipasi kedua hal tersebut. Apabila negara kita tidak siap menyongsong bonus demografi , maka dapat menimbulkan permasalahan baru yang cukup pelik yaitu timbulnya pengangguran dan kelangkaan pekerjaan yang masif.

Ketiga, perlunya revitalisasi kegiatan KKN. Kegiatan KKN setiap perguruan tinggi sebenarnya mulia dan sesuai dengan panggilan sejarah. Diharapkan agar PT tidak menjadi lembaga yang terpisah dari kepentingan masyarakat. Istilah Prof Noegroho Notosutanto (alm), agar PT tidak menjadi ”menara gading” alias terasing dari masyarakat sekitar. KKN kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara kemampuan Iptek yang dihasilkan dari PT dan program pembangunan di masyarakat. KKN Kebangsaan menjadi kegiatan intrakurikuler yang memadukan tridharma perguruan tinggi yang dilaksanakan secara lintas sektor dan multidisiplin oleh mahasiswa.

Bagaimana realisasi KKN akhir-akhir ini? KKN yang dilakukan belum sepenuhnya efektif dan berorientasi pada output yang ditargetkan. KKN seyogyanya tidak sekedar memenuhi kewajiban kurikulum semata. Namun bermanfaat bagi kedua belah pihak yaitu masyarakat, pemerintah daerah, mahasiswa, dan dosen. Implementasi KKN memang masih ada (walaupun sudah ada perbaikan) terkesan pada pembuatan papanisasi/ alamat jalan di desa, bersih-bersih desa, dan kerja bakti lainnya. Rancangan dan target KKN sebaiknya dibuat lebih terukur termasuk bidang ilmu mahasiswa yang dikerahkan ke lokasi KKN lebih jelas. Sehingga ke depan PT tidak memobilisasi semua bidang ilmu ke lokasi KKN. Oleh karena itu perlu inventarisasi masalah secara jelas agar kegiatan KKN yang hanya berlangsung 30-45 hari lebih efektif.

Saya mengusulkan sebaiknya pihak Kemenristek Dikti didukung dengan kementerian lain yang relevan serta PT perlu memikirkan format baru KKN ke depan yang dapat merevitalisasi peran KKN kebangsaan sesuai dengan visi misi pemerintah. Saya menawarkan 4 (empat) solusi untuk meningkatkan output KKN sekaligus menjawab panggilan sejarah ke depan.

Pertama, KKN kebangsaan perlu dipertegas agar lebih bervisi maritim. Hal ini sesuai dengan visi misi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Tantangan globalisasi ekonomi ke depan adalah bagaimana Indonesia dapat memenangi percaturan ekonomi dunia yang akan banyak berkutat di wilayah Pasifik. Oleh karena itu, saya mengusulkan KKN Kebangsaan diresmikan di UHO diberi nama KKN Kebangsaan Maritim.

Kedua, untuk meningkatkan peran dan revitalisasi KKN Kebangsaan ke depan seyogyanya mengarah lokasinya ke pulau-pulau terluar. Ada sekitar 92 pulau terluar di Indonesia yang perlu dibangun dengan pelibatan PT. Jumlah PT yang mencapai 4000-an, maka pengelolaan pulau terluar dapat diatasi dengan melihat kedekatan lokasi secara geografis antara PTN/PTS dengan pulau-pulau tersebut.

Ketiga, jangka waktu pelaksanaan KKN dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Akan menjadi catatan sejarah Menristek Dikti apabila di ratusan desa pesisir dan di pulau terluar meningkat statusnya. Dari status tertinggal menjadi desa mandiri sebagai dampak positif kebijakan Menristek Dikti mencanangkan program KKN Kebangsaan maritim di pulau terluar dan desa pesisir tertinggal. Selama ini, KKN yang berdurasi hanya 30-45 hari kurang kelihatan dampaknya secara signifikan. Oleh karena itu, saya mengusulkan agar KKN dapat berlangsung secara berlanjut pada lokasi yang sama secara berulang hingga target perubahan sosial dan ekonomi masayarakat di desa tersebut tercapai.

Keempat, saya berharap kegiatan KKN kebangsaan maritim ini menjadi model KKN kerjasama antara beberapa kementerian seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenko Maritim, Kemenhub, dan pihak TNI/Polri khususnya TNI-AL.

Semoga bermanfaat untuk mengokohkan bangsa kita sebagai bangsa berdaulat dan mandiri dan sebagai komitmen untuk memenuhi panggilan sejarah yang telah dicanangkan oleh para founding fathers kita. Amiin.

*Penulis adalah guru besar di UHO


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top