Pariwara
Buton Selatan

Kantongi IPK Legal, Pabrik Pengolah Kayu di Busel Tak Bisa Dihentikan

5

Ilustrasi Pengolahan Kayu

KENDARINEWS.COM, BATAUGA — Adanya Izin Pengolahan Kayu (IPK) yang dikantongi PT Satya Jaya Abadi dari Pemkab Busel sebagai perusahaan pengolah jati di Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan dipastikan legal sesuai mekanisme. Makanya, perusahaan tersebut akan terus beroperasi, karena tidak bisa dihentikan kecuali IPK dinyatakan gugur atau dicabut oleh Pemkab sebagai pemilik kewenangan.

Direktur PT Satya Jaya Abadi Tri Suyono mengakui kegiatan karyawan yang bekerja di lapangan sempat dihentikan menyusul adanya warga melapor di kantor Polsek Sampolawa. Namun penghentian salah alamat, karena aktifitas perusahaan sah secara hukum berdasarkan IPK yang dikantongi perusahaan. “Memang kami sempat dihentikan, tapi isu yang disampaikan kalau kami ini pembalak liar. Padahal kami adalah perusahaan yang punya izin, bukan pembalak liar yang merugikan negara dan daerah,” tegasnya kepada kendariNews.com, Minggu (23/8).

Pasca penghentian kegiatan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan beberapa warga yang keberatan dan terjadi kesepakatan bahwa perusahaan kembali beraktifitas. “Dengan terbitnya IPK tidak ada satu instansi manapun yang menghentikan pekerjaan kecuali penerbit IPK. Selama izin itu belum dicabut pemerintah, maka aktifitas perusahaan dianggap sah,” tambahnya.

Proses mendapatkan IPK dilakukan sesuai prosedur dengan mengajukan permohonan dan dianggap memenuhi syarat oleh pemerintah daerah. Selain syarat administrasi, perusahaan yang mengantongi IPK juga harus mampu memenuhi kewajiban yang diperintahkan undang-undang. Diantaranya pembayaran dana reboisasi, PSDH dan Pengganti Nilai Tegakan dalam bentuk bank garansi, totalnya mencapai Rp 13 miliar.

Selain membayar kewajiban terhadap negara berupa pajak, perusahaan pengolah kayu itu juga membangun pabrik di Sampolawa yang rencananya mempekerjakan 400 karyawan yang merupakan penduduk Sampolawa. Disisi lain, perusahaan juga memiliki komitmen dengan membayar kompensasi untuk kesejahteraan masyarakat senilai Rp 500 ribu per kubik kayu yang diolah perusahaan. “Semua kewajiban, kami sudah penuhi, kami sangat sayangkan kalau kami yang punya izin ini masih disebut sebagai pembalak. Harusnya yang ditangkap itu mereka yang melakukan aktifitas tanpa izin, bukan kami,” tegasnya.

Try Suyono juga memastikan seluruh karyawan perusahaan yang bertugas di lapangan telah dibekali surat tugas bekerja. Sehingga penghentian aktifitas kegiatan perusahaan beberapa waktu lalu, dan dituding sebagai pembalak liar merupakan upaya merusak kredibilitas perusahaan. Diharapkan ada ketegasan dari tim pengamanan hutan dan masyarakat agar bisa membedakan mana pekerja perusahaan dan mana oknum pembalak liar.

Hal itu dianggap penting agar tidak terjadi fitnah di lapangan. “Perusahaan punya hak dan kewajiban untuk mengolah kayu dengan keterbatasan waktu yang hanya diberikan satu tahun. Kalau perusahaan berhenti bagaimana dengan nasib karyawan kami yang juga warga Sampolawa,” tukasnya. Berkaitan dengan proses hukum di pengadilan tata usaha negara? Tri mengaku sangat menghormati proses hukum. Namun yang perlu dipahami, gugatan tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah sebagai pemilik kewenangan yang mengeluarkan IPK. Sehingga selama belum ada keputusan tetap atas pembatalan IPK, maka segala kegiatan perusahaan tetap dianggap sah.

“Silahkan proses hukum berjalan, tapi selama belum ada keputusan tolong hormati kepemilikan izin kami. Kalau perusahan kami mandek bagaimana dengan nasib karyawan kami, mereka juga tidak bisa dikorbankan. Jadi selama belum ada putusan inkhrah tolong hormati izin kami,” bebernya. (La Ode Aswarlin/b)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top