Umar Tetapkan Hari Phobia Sarung Buton dalam Festival Budaya Tua – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Buton

Umar Tetapkan Hari Phobia Sarung Buton dalam Festival Budaya Tua

20150819_165144

Foto : La Ode Aswarlin/ Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun (tengah) dan Ketua DPRD Buton La Ode Rafiun (kanan) sedang memantau stand ekspo pameran pembangunan Buton milik semua SKPD, Kamis (20/8)

KENDARINEWS.COM, PASARWAJO – Melalui pembukaan pameran dan festival budaya tua buton, Kamis (20/8) sore tadi, Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun menetapkan hari pobhia atau hari memakai sarung adat khusus untuk para PNS Lingkup Pemkab Buton. Adanya deklarasi hari pobhia itu, maka semua tamu undangan yang hadir dalam kegiatan wajib menggenakan sarung adat Buton pada bagian luar pakaiannya.

BACA JUGA :  Disbudapar Buton Tampil di Kuta Bali, Ajang Kemilau Sulawesi

“Mulai tangga 19-24 Agustus ini, saya ditetapkan sebagai hari Pobia atau hari memakai sarung adat Buton,” begitu kata Umar Samiun.  Hari pobhia tidak bersifat paten dan hanya dilaksanakan selama pelaksanaan festival budaya tua Buton. Penggunaan sarung dilakukan selama pelaksanaan acara, utamanya saat mendatangi pameran yang diadakan pemerintah daerah selama lima hari kedepan di Lapangan Banabungi Kecamatan Pasarwajo.

BACA JUGA :  Sekda Buton : Mahasiswa KKN UHO Harus Jaga Nilai Luhur dan Budaya

Pameran Buton Expo itu akan dilaksanakan beberapa ritual adat, seperti Posuo (pingitan masal anak gadis), Pedole-dole (imunisasi masal balita) dan Kande-kandea (ritual makan bersama).  Puncak acara yakni 24 Agustus nanti dan para gadis yang menjalani ritual Posuo selama empat hari akan keluar dan diarak ke Lapangan Banabungi untuk mengikuti rangkaian acara pekande-kandea dengan jumlah dua ribu talang. Dilokasi itu juga akan digelar ritual Podole-dole atau imunisasi alam yang diikuti seribu balita.

BACA JUGA :  Festival Budaya Tua Buton Ditarget jadi Agenda Nasional

“Pameran pembangunan diselenggarakan untuk merefleksikan segala program pemerintah yang sudah dilaksanakan selama tiga tahun dimasa pemerintahan kami Umar-Bakry.‬ Kami berkomitmen memperkenalkan budaya tua yang menjadi pilar kekuatan budaya di Kabupaten Buton,” kata koordinator  tim pemekaran Provisi Kepulauan Buton  (Kepton) itu. (La Ode Aswarlin).

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top