Pariwara
Buton

Ritual Budaya Tua, Kurung 450 Gadis Buton

IMG_6629

Foto : La Ode Aswarlin — Sebanyak 450 gadis Buton mengikuti proses ritual posuo atau pingitan dalam rangka perigantan festival budaya tua buton yang digelar tiap tahun oleh Pemkab Buton

 KENDARINEWS.COM, PASARWAJO — Adat dan budaya Buton terus hidup. Prosesi dan ritual posuo atau pingitan akan digelar secara masal. Sebanyak 450 gadis Kabupaten Buton akan dikurung secara masal selama empat hari. Ini merupakan momentum tahunan yang disebut festival budaya tua buton yang digelar selama kepemimpinan Samsu Umar Abdul Samiun selaku Bupati Buton pasca dilatik pada 2012 lalu.

Kegiatan budaya itu rencananya akan mulai dilaksanakan 20 Agustus nanti. Kadis Pariwisata Kabupaten Buton Zainuddin Napa menjelaskan kegiatan festival budaya tua merupakan agenda tahunan dalam rangka melestarikan tatanan budaya yang dimiliki daerah. Jika tahun lalu sukses meraih rekor muri dengan peragaan tari kolosal 20 ribu penari, pekande-kandea dan podole-dole (imunisasi masal), tahun ini fokus terhadap ritual budaya Posuo (pingitan).

“Bagi masyarakat Buton tradisi ritual Posuo diadakan sebagai sarana untuk peralihan status seorang gadis yang dikenal dengan nama Kabua-bua menjadi wanita dewasa yang disebut dengan nama Kalambe.
Ritual Posuo masal ini kita harapkan berdampak langsung manfaatnya kepada masyarakat Buton yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya warisan leluhur,” kata Zainuddin Napa ditemui kendarinews.com, jumat (14/8).

Mengenai lokasi kegiatan pengurungan para anak gadis tersebut, Pemkab Buton telah menyediakan tiga lokasi. Diantaranya lokasi Baruga Kambula-mbulana yang terletak di Ibukota Kabupaten Buton, Baruga Takimpo dan Baruga Dongkala Kondowa. Setelah proses ritual pengurungan selama empat hari anak gadis yang melewati proses ritual Posuo akan diarak keliling ibukota dan berakhir di Lapangan Banabungi.
“Dilokasi itu gadis-gadis cantik itu sudah melalui proses Posuo (kurungan) dan akan menyambut kedatangan kunjungan turis asing peserta Sail Indonesia yang tiba dengan menggunakan kapal layar,” kata mantan kepala Badan Kominfo Buton itu.

Selain pingitan massal acara budaya lainnya juga akan ada ritual pedole-dole dan pekande-kandea (makan bersama) demi memeriahkan penyelenggaraan festival budaya tua Buton 2015. Jumlah peserta podele-dole diperkirakan mencapai seribu balita dan dua ribu talang untuk ritual pekande-kandea. (La Ode Aswarlin/b)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top