Pariwara
HEADLINE NEWS

Distamben Curiga Pemasok BBM Ifishdeco

ilustrasi-BBM-subsidi-ganti

Andoolo — Satu persatu persoalan di PT Ifishdeco mulai terkuak. Kali ini, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Konsel mencurigai pemasok atau sumber bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan perusahaan tambang itu. Pasalnya, Ifishdeco dianggap tidak mengantongi rekomendasi penyimpanan BBM.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Minyak dan Gas Distamben Konsel, Moh Irvan Lahady SP. Perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Wandongo Kecamatan Tinanggea itu dinilai telah melabrak aturan. “Mereka tidak ada rekomendasi penyimpanan BBM, baik dari Dinas ESDM Sultra maupun Distamben Konsel,” ungkap Moh Irvan Lahady SP.

Bahkan, kata Irvan, sumber BBM PT Ifisdeco tidak memiliki rekomendasi dari pihak terkait. Perusahan tersebut diduga melanggar Undang-undang Migas pasal 55 nomor 2 tahun 2001 tentang penyimpanan BBM. “Tidak jelas sumber BBMnya. Peruntukannya untuk apa juga tidak jelas. Ini tentu melanggar undang-undang Migas,” katanya.

Irvan mengungkapkan, Distamben Konsel sudah berulang kali memberikan pemberitahuan baik lisan maupun tertulis (surat) kepada Ifishdeco agar mengurus rekomendasi penyimpanan BBM tersebut. “Saya sudah berulang kali melayangkan surat pelaporan penggunaan BBMnya, baik lisan maupun tulisan, namun tidak pernah diindahkan,” kesalnya.

Sementara Kabid Pertambangan Umum Distamben Konsel, Ober Adewitra mengungkapkan bahwa kewenangan sepenuhnya terkait masalah pertambangan saat ini telah diambil alih oleh Dinas ESDM Sultra. “Persoalan itu kini sudah menjadi kewenangan Distamben (Dinas ESDM) provinsi,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Gerbang Informasi dan Data (Garda) Konsel, Samsuddin SH mengungkapkan, keberadaan PT Ifisdeco di Konsel dinilai banyak penyimpangan. Selain urusan BPJS ketenagakerjaan dan penggunaan Pelabuhan Rakyat, juga diduga limbah material ore nikelnya telah merugikan masyarakat. “Penghasilan petani rumput laut di wilayah desa Wandongo semakin menurun. Itu disebabkan banyaknya limbah tambang seperti minyak dan sisa material ore yang jatuh ke laut,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, penggunaan IUP pertambangan Ifisdeco itu diduga melanggar aturan. Samsuddin mengatakan, hak guna usaha atas nama Ifishdeco dan Agromete Pratani telah dikembali ke masyarakat. “Perusahaan itu muncul tahun 2010 dengan menggunakan izin tahun 2008,” kata Samsuddin.

Humas PT Ifishdeco, Mbatono menampik pernyataaan Distamben Konsel yang menuding perusahaannya tidak mengantongi rekomendasi penyimpanan BBM. “Itu tidak benar. Mana mungkin sejauh ini kami beroperasi jika tidak ada rekomendasi untuk penggunaan BBM. Kalau itu benar pasti dari dulu kami tidak beroperasi,” elaknya.

Mbatono mengungkapkan, pihaknya masih menyimpan rekomendasi penggunaan BBM tersebut. Namun sayang, ia tidak bisa memperlihatkan bukti penyimpanan BBM tersebut. “Nanti saja pak, soalnya dia tidak mau angkat hpnya ini anggota yang pegang semua datanya,” terangnya. (kam/b)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top