Pariwara
Kolaka Timur

Ketua DPD PAN Koltim Dinonaktifkan

Partai Amanat Nasional

Partai Amanat Nasional

//Ketua PPP Muna juga Dipecat//
//KPU Verifikasi Keabsahan Dukungan PKS ke DPP//

Kendari Perseteruan internal Partai Amanat Nasional (PAN) di Sultra pada Pilkada serentak 2015 cukup memanas. Bahkan, KPU Sultra melalui hasil rapat koordinasi dengan KPU daerah menemukan adanya kejanggalan pengusulan bakal pasangan calon di Koltim dan Konut yang menggunakan pintu PAN.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah mengaku mendapatkan laporan bahwa terjadi pergantian pengurus DPD PAN Koltim. Farida Harianti selaku Ketua DPD PAN Koltim diganti oleh DPW PAN Sultra. KPU akan melakukan klarifikasi untuk memastikan pengurus mana yang sah. Sedangkan di Konut, terkait pergantian Sekretaris DPD PAN tanpa persetujuan DPW. “Sebenarnya masih banyak lagi persoalan ditemukan. Namun persoalan di Koltim dan Konut paling urgen,” ungkapnya.

Setelah Ketua DPD PAN Koltim dinonaktifkan, berkembang informasi jika Ketua DPD PAN Konut, Raup dan Ketua DPD PAN Konsel, Djainal ST juga akan diganti. Namun, informasi pergantian Ketua DPD PAN pada tiga daerah itu dibantah oleh salah satu petinggi DPW PAN Sultra, Sukarman AK. Mantan anggota DPRD Sultra itu memastikan tidak ada perubahan komposisi kepengurusan PAN. Ia mengklaim, hingga saat ini PAN tetap solid. “Sampai saat ini tidak ada kader maupun pengurus yang dipecat oleh DPW PAN,” ujar Sukarman AK yang juga menjabat Sekretaris Desk Pilkada DPW PAN Sultra saat dihubungi, Minggu (2/8). Sukarman tidak menjelaskan lebih jauh soal itu.

Sementara, Ketua DPD PAN Konut, Raup mengaku tidak khawatir kalau nantinya DPW juga memberikan sanksi pada dirinya. Ia menyebut, PAN merupakan partai besar sehingga setiap keputusan dan tindakan dilakukan melalui mekanisme yang benar. “Saya tidak khawatir. sebab semua ada mekanismenya. Partai ini bisa besar karena ada aturan di dalamnya,” kata Raup.

Raup mengungkapkan saat ini dirinya lebih fokus menghadapi pelaksanaan Pilkada. Menurutnya, itu lebih penting untuk dipikirkan daripada sesuatu yang belum pasti. Termasuk soal temuan KPU tentang pergantian Sekretaris PAN Konut yang akan diklrafikasi, juga tidak dikhawatirkannya. “Saya sangat yakin tidak akan ada masalah dengan itu. Kami sudah konfirmasi dengan KPU. Insya Allah, kami jalan terus untuk memenangkan Pilkada,” terangnya.

Sekretaris DPD PAN Konawe Selatan, Anang Sakoya membenarkan kalau hingga saat ini belum ada perubahan komposisi kepengurusan. “Saya tidak tahu di daerah lain, kalau di Konsel belum berubah (kepengurusannya),” ujarnya.

Ketua PPP Muna juga Dipecat

Ketua PPP Muna Kubu Jan Faridz, Wa Ode Dewi Mutia dipecat. Ketua DPP PPP dan Sekjen Dimyati Natakusumah menunjuk La Unda Palola sebagai ketua PPP Muna yang baru. Pemecatan itu menurut Ketua DPW PPP Sultra, La Ode Songko Panatagama, karena PPP Muna tidak mengikuti arahan DPW dalam memberikan dukungan.

Menurut Songko, DPP dan DPW menginginkan dukungan diberikan pada pasangan Rusman Emba dan Malik Ditu. Namun PPP Muna tetap ngotot menjatuhkan dukungan pada  balon lain. “Ini adalah pelanggaran keras karena tidak mengikuti apa arahan partai. Sehingga DPP terpaksa mengeluarkan surut pemecatan,”tukas Songko semalam.

Dengan kondisi tersebut,  PPP Muna  tanpa dukungan dalam Pilkada yang digelar serentak 9 Desember mendatang.

KPU Verifikasi Keabsahan Dukungan PKS ke DPP

Persoalan yang muncul di Muna, munculnya dukungan partai pengusung (PKS) terhadap bakal pasangan calon LM Baharuddin-La Pili (Dokter Pilihanku) yang merupakan hasil scan, KPUD dan Panwas Muna akan melakukan verifikasi ke DPP PKS untuk memastikan keabsahan dukungan dan rekomendasi mereka, hari ini (3/8). “Sesuai dengan saran Panwas Muna, maka KPU akan melakukan klarifikasi ke DPP PKS untuk memastikan dukungan PKS terhadap pasangan LM Baharuddin – La Pili,” ungkap Andi Arwin, Koordinator Divisi Penyelenggara Pemilu dan Hubmas KPUD Muna, kemarin.

Sebisa mungkin, kata dia, orang yang akan dimintai klarifikasi adalah pengurus yang bertanda tangan di SK dukungan tersebut. “Bisa saja surat rekomendasi dukungan yang disetor ke KPUD saat pendaftaran, pemikiran mereka (PKS red) bahwa surat dukungan tersebut adalah asli. Namun untuk lebih memastikan, KPU bersama Panwas harus melakukan klarifikasi ke DPPnya,” tambahnya.

Meski demikian, kata Andi Arwin, secara keseluruhan berkas administrasi  pasangan LM Baharuddin – La Pili memenuhi syarat dukungan. Rekomendasi dukungan partai pendukung berjumlah 13 kursi. Untuk syarat pengusungan calon minimal 20 persen jumlah kursi di DPRD. KPU saat ini melakukan penelitian terhadap berkas syarat calon. Penelitian berkas calon dilaksanakan dari tanggal 28 Juli sampai 3 Agustus. “Kami akan sampaikan kepada para bakal calon hasil penelitian tersebut. Bila terdapat kekurangan syarat dokumen calon, KPU memberikan tenggak waktu dari tanggal 3 sampai 4 Agustus untuk melakukan perbaikan berkas mereka,” katanya. (ing/awn/a)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top