Pariwara
Bau-bau

Ada Mafia IMB di Dinas Tata Kota?

FOTO: La Ode Aswarlin __ Pembangunan Hotel New Calista di Baubau ini diduga tak sesuai IMB

FOTO: La Ode Aswarlin __ Pembangunan Hotel New Calista di Baubau ini diduga tak sesuai IMB

KENDARINEWS.COM, Baubau — Indikasi adanya mafia Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dinas Tata Kota dan Bangunan Kota Baubau terhendus warga. Pembiaran terhadap pembangunan hotel new calista sebelum mengantongi IMB menguatkan praktek kotor yang dilakukan oknum pegawai di instansi tersebut.

Kabid Tata Kota dan Bangunan, Farida menjelaskan terkait pembangunan hotel new calista sebenarnya telah mengantongi izin mendirikan bangunan, izin kelayakan lingkungan dan izin prinsip bangunan. Hanya saja berdasarkan izin yang dikeluarkan untuk rencana pembangunan hotel tersebut untuk konstruksi empat lantai termasuk lahan parkir di lantai satu.

“Sebenarnya izinnya sudah ada tapi untuk empat lantai dan tambah satu lantai untuk basement,” tukasnya dalam diskusi bersama warga yang difasilitasi pemerintah Kecamatan Murhum dalam rangka menyelesaikan polemik pembangunan hotel new Calista yang disoal warga setempat. Saat hendak melanjutkan penjelasan, warga langsung memotong pembicaraan. Sempat terjadi ketegangan karena Farida masih ingin melanjutkan penjelasannya. Sayangnya warga tetap tak mau dengar karena pernyataan Kabid Tata Kota sebelumnya telah memancing kemarahan masyarakat.

“Bagaimana bisa empat lantai faktanya dilapangan hotel tersebut sudah terbangun dengan konstruksi enam lantai,” tukas Samrizal, warga Kelurahan Tanganapada. Warga menduga ada indikasi permainan yang dilakukan dinas tata kota dalam proses mengeluarkan izin mendirikan bangunan terhadap pemilik hotel. Berdasarkan ketentuan izin mendirikan bangunan harusnya baru bisa dikeluarkan dinas tata kota setelah ada izin kajian kelayakan lingkungan yang dikeluarkan instansi teknis.

“Tapi IMB hotel itu sudah dikeluarkan dari dua tahun lalu sementar izin kelayakan lingkungannya baru keluar dua bulan atau bertepatan saat puasa lalu. Padahal dalam undang-undang telah jelas dijabarkan bahwa izin lingkungan hidup merupakan persyaratan mutlak izin usaha atau izin kegiatan,” bebernya. Kemarahan warga semakin memuncak lantaran proses pembangunan hotel tersebut mengancam keselamatan masyarakat sekitar. Selama pekerjaan berlangsung pemilik hotel tidak memasang pengaman pada sisi bangunan sehingga bahan bangunan termasuk besi baja yang jatuh dari lantai atas bahkan merusak rumah-rumah warga sekitar.

Puncaknya beberapa waktu lalu pengawas pembangunan hotel tersebut terpaksa dianiaya massa di lingkungan tersebut lantaran linggis yang jatuh dari lantai empat nyaris mengenai warga yang sementara membersihkan kuburan disamping rumahnya yang berdampingan dengan lokasi pembangunan hotel. Warga juga mencekal jalannya diskusi dan mendesak pemerintah untuk turun bersama melihat langsung kondisi pekerjaan hotel sembari membawa dokumen izin dan gambar yang diajukan. Karena kondisi yang terjadi di lapangan pembangunan hotel tersebu tidak hanya mengganggu dan mengancam keselamatan warga tetapi juga telah menutup akses jalan umum masyarakat yang dibangun menggunakan dana APBN (padat karya).

Untuk mencegah amukan warga, Camat Nurmala akhirnya memenuhi permintaan masyarakat untuk meninjau lokasi dengan catatan tidak boleh ada aksi anarkis dari masyarakat. Setelah sepakat warga dan pemerintah termasuk pemilik hotel meninjau langsung kondisi di lapangan yang ternyata pembangunannya tidak sesuai dengan dokumen izin yang diajukan. Pemilik hotel, Kuncoro menjelaskan pihaknya sudah sepakat untuk kembali melakukan pertemuan dengan warga yang difasilitasi pemerintah kecamatan dan mencari solusi terbaik.

“Nanti kami diskusi lagi untuk cari solusi dan bicarakan yang terbaik dengan masyarkat sekitar,” bebernya. Terkait pembangunan lantai lima dan enam yang diduga belum mengantongi izin, dikatakan pihaknya sudah mengusulkan izin tersebut sejak 10 bulan lalu namun belum juga ada kejelasan izin dari pemerintah daerah. “Tapi logiknya tidak mungkin kami berani membangun kalau tidak direkomendasikan pemerintah,” tukasnya. (La Ode Aswarlin/b)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top