Murid Belajar Siang Dinilai Tidak Efektif – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

Murid Belajar Siang Dinilai Tidak Efektif

Suwarjono/KP__Salah seorang murid yang menguap saat proses belajar mengajar berlangsung.

Suwarjono/KP__Salah seorang murid yang menguap saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kendari Proses belajar yang dilakukan siang hari oleh mayoritas murid SD di Kota Kendari, dianggap tidak efektif oleh pakar pendidikan Sultra, Prof. Abdullah Al Hadzah. Hal tersebut dinilai akan mempengaruhi mutu pendidikan itu sendiri, karena saat siang kondisi murid dipastikan tidak dapat menerima pelajaran dengan baik.

“Kalau proses belajar siang hari hanya berlaku untuk kelas 1-2 itu tidak terlalu berpengaruh, karena proses belajar dua kelas tersebut relatif singkat. Tapi kalau berlaku untuk kelas 3-6 itu sangat berpengaruh, pertama kenyamanan belajar akan terganggu dan kedua ada kemungkinan terjadi korting waktu sehingga murid tidak belajar secara efektif seperti di pagi hari,” ungkapnya.

Belajar siang tersebut terjadi karena daya tampung ruang belajar tidak sesuai dengan jumlah siswa yang diterima sekolah, sehingga sebagai jalan keluarnya double shift diberlakukan. Seharusnya orang tua murid tidak memaksanakan kehendaknya untuk menyekolahkan anaknya pada sekolah-sekolah tertentu saja.

“Orang tua murid jangan terlalut fanatik untuk memilih sekolah bagi anaknya, pasalnya ukuran sekolah berkualitas bukan dari gedung sekolah, tapi dari akreditasi. Pasalnya, kalau berbicara akreditasi sekolah, maka hal tersebut sudah mencakup delapan standar pengelolaan pendidikan,” jelasnya.

Menurut Abdullah Al Hadzah, idealnya standar layanan minimum bagi sarana belajar murid adalah satu banding satu, dan dimungkinkan dengan standar satu banding satu koma dua. Artinya, semestinya satu kelas untuk satu ruang belajar, dan dimungkinkan jika sekolah memiliki 10 ruang belajar untuk dijadikan tempat belajar 12 rombongan belajar.

“Artinya, sekolah dimungkinkan untuk belajar siang hanya untuk kelas saja, selebihnya harus belajar pagi. Hal ini sesuai dengan peraturan mentri beberapa tahun lalu. Hanya saja, saya tidak tahu pasti aturan ini masih berlaku atau tidak. Sepengetahuan saya, tidak undang-undang yang mengatur hal ini, kalaupun ada itu hanya kebijakan saja,” tutupnya. (myu/b)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top