Harga Premium Bisa Rp 8.200 – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Ekonomi & Bisnis

Harga Premium Bisa Rp 8.200

Foto: Dok. Kendari Pos__Layanan bahan bakar minyak jenis premium pada salah satu SPBU di Kota Kendari.

Foto: Dok. Kendari Pos__Layanan bahan bakar minyak jenis premium pada salah satu SPBU di Kota Kendari.

Jakarta — Fluktuasi harga minyak dunia tidak membuat pemerintah mengubah harga BBM jenis premium dalam lima bulan. Kementerian ESDM memang masih tertutup perihal naik atau tidaknya harga bensin beroktan 88 tersebut pada Agustus nanti. Namun, Ditjen Migas sudah menyampaikan gambaran harga baru itu.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Wiratmaja Puja menjelaskan, pemerintah punya tiga opsi periode penetapan harga BBM. Yaitu setiap 3, 4, dan 6 bulan sekali. Opsi setiap enam bulan disebut yang terbaik karena lebih stabil. ’’Dari evaluasi per enam bulan, BBM Agustus menjadi Rp 8.200 per liter,’’ ujarnya.

BACA JUGA :  Pemerintah akan Hapus Premium Bertahap

Asumsi harga tersebut dipengaruhi nilai kurs rata-rata selama enam bulan Rp 12.989 per USD. Kalau per tiga bulan, harga BBM pada Agustus nanti Rp 8.850. Sementara itu, evaluasi per empat bulan membuat premium menjadi Rp 8.600 per liter dengan kurs rata-rata Rp 13.091 per USD.

Wiratmaja menjelaskan, penetapan harga BBM setiap bulan ternyata belum bisa dilakukan di Indonesia. Sebab, dampak yang luas seperti stabilitas harga-harga langsung terganggu. Kondisi Indonesia, kata dia, berbeda dengan negara yang ekonominya kuat atau mapan.

BACA JUGA :  Premium akan Turun Harga April 2016

’’Dahulu kami mengira satu bulan itu cukup. Ternyata belum karena begitu harga naik, inflasi naik, harga barang naik. Tapi, saat harga diturunkan, harga barang tidak mau turun,’’ tuturnya. Apakah itu berarti pada Agustus harga premium naik? Dia tidak mau menjawab dan menyebut masih ada evaluasi.

Menurut dia, Menteri ESDM Sudirman Said memegang peran sangat penting. Sebab, bisa aja acuan harga yang disampaikan Ditjen Migas diubah karena pertimbangan aspek sosial, ekonomi, dan politik. ’’Pimpinan lebih bijaksana. Kalau di kami, teknis saja karena aspek-aspek lain tidak bisa,’’ tuturnya.

BACA JUGA :  SPBI Khusus Randis Sepi

Dia sadar, kalau tidak ada perubahan harga, PT Pertamina bisa rugi. Saat ini BUMN energi itu sudah merugi Rp 12 triliun karena menjual BBM di bawah harga keekonomian. Untuk sementara, Wiratmaja meminta perusahaan pelat merah tersebut bersabar dan menanggung kerugian terlebih dahulu.(dim/oki)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top