Rumah Nyaris Disita – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Selebritas

Rumah Nyaris Disita

31-syahrini_BOGOR – Penyanyi Rini Fatimah Jaelani atau Syahrini kesandung masalah. Rumahnya di komplek Haur Jaya, Jalan Bitung I, nomor 12, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, nyaris disegel Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bogor, Rabu (29/7).

Itu lantaran aktris yang juga akrab disapa Princess tersebut belum membayar Pajak bumi dan bangunan (PBB) selama lima tahun.

Kabarnya, Dispenda bahkan sudah menyiapkan papan segel yang akan dipasang di depan kediaman sang Princess. Namun itu urung dilakukan, lantaran di hari itu juga, mantan pasangan duet Anang Hermansyah tersebut langsung melunasi semua tanggungannya.

BACA JUGA :  Leher Marshanda Merah, Netizen: Caca Dicupang?

[two_third]

“Tidak sampai disegel, kami hanya berikan surat teguran saja. Tapi sudah langsung dilunasi kemarin sore, Rabu (29/7),” kata Kepala Dispenda Kota Bogor, Daud Nedo Darenoh kepada Radar Bogor (grup JPNN).

Rencana penyegelan kediaman Syahrini itu berbarengan dengan ratusan rumah dan hotel yang belum melunasi PBB hingga akhir Juli 2015. Daud menjelaskan, sedikitnya ada 43 hotel, restoran dan tempat hiburan yang tengah dibidik Dispenda. Seluruhnya sudah ditempeli stiker ‘Wajib Pajak dalam Pengawasan Dispenda’.

BACA JUGA :  Wow... Sekali Kencan Nikita Dibayar Rp65 Juta, Putty Rp50 Juta

“Sudah kami layangkan juga surat teguran kepada mereka yang tidak membayarkan PBB di atas lima tahun dengan nominal minimal Rp30 juta. Jika tetap tetap menunggak, akan diproses melalui kejaksaan negeri sebagai bagian dari advokasi pemerintah,” jelasnya.

Itu mengacu pada Perda nomor 21 tahun 2011 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah. Jika surat teguran sudah dilayangkan sebanyak tiga kali, maka akan diproses melalui Kejaksaan Negeri. Ancaman sanksi bagi para pengemplang pajak adalah hingga pencabutan izin usaha, dan menjadi daftar hitam Pemkot Bogor.

BACA JUGA :  Hasil Deteksi Bareskrim Polri, NM dan PR Terlibat

Daud menambahkan, saat ini target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor yakni Rp617 miliar. Sementara hingga akhir semester awal 2015 baru tercapai Rp224 miliar. (hur/c)

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]

Komentar

komentar

2 Comments

2 Comments

  1. Anonim

    26 Des 15 18:26 at 18:26

    Sim quem usa DIU não tem problema em fazer a criolipólise
    pois não interfere em nenhum órgão.

  2. berita bogor

    27 Feb 16 00:00 at 00:00

    Rotary kiln is mainly used in chemical industry, metallurgy steel plant depleted iron ore magnetic
    roasting; chromium, nickel, iron ore roasting; refractory high alumina bauxite ore roasting plant
    and aluminum roasting clinker, aluminum hydroxide; chemical chromium ore
    roasting and chrome ore and other minerals. ” Perhaps if this president were more concerned with truth than appearance, he might’ve finished that sentence with “despite my
    best efforts. 80% of the companies have used social media for recruitment.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top