Mayoritas SD di Kendari Masuk Siang – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

Mayoritas SD di Kendari Masuk Siang

Yusuf/KP__Murid-murid SDN 1 Poasia saat jam istirahat belajar.

Yusuf/KP__Murid-murid SDN 1 Poasia saat jam istirahat belajar.

Kendari Umumnya, sekolah identik dengan masuk pagi dan pulang siang hari. Namun, ini tidak berlaku pada mayoritas SD di Kota Kendari yang memilih menerapkan waktu belajar pagi dan siang.

Kebijakan tersebut ditempuh pihak sekolah dengan pertimbangan tingginya jumlah usia sekolah di Kota Kendari seiring dengan upaya pemerintah dalam menuntaskan program pemberantasan buta aksara sembilan tahun. Itu diungkap Kepala SDN 1 Poasia, Bado, S.Pd., kemarin.

Kata dia, pihaknya menyiapkan 18 ruang kelas untuk proses belajar mengajar secara efektif, namun jumlah murid yang ada saat ini harus menggunakan 42 kelas. Olehnya itu, agar siswa dapat belajar secara efektif dengan standar 32 orang perkelas maka SDN 1 Poasia menerapkan belajar siang pada kelas-kelas tertentu.

“Hal ini terjadi karena tingginya animo masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SDN 1 Poasia. Padahal kami sudah tawarkan untuk masuk sekolah lain tapi orang tua siswa tetap memilih belajar di sekolah ini. Kita juga tidak serta merta menolak keinginan orang tua murid, apalagi kalau berdomisili dekat dengan sekolah. Hal ini juga sesuai dengan program pemerintah dalam menuntaskan wajib belajar sembilan tahun,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala SDN 12 Baruga, Lisnawati yang juga menerapkan masuk belajar siang di sekolah yang dipimpinnya. Katanya, dari 13 ruang kelas yang efektif belajar, terdapat 24 kelas yang menggunakan sejumlah ruangan tersebut. Jumlah siswa yang tidak sesuai ruang kelas yang disediakan tersebut, karena padatnya jumlah penduduk di Kota Kendari.

“Perlu diketahui jumlah penduduk di Kota Kendari terus bertambah setiap tahunnya sementara jumlah ruang kelas yang disediakan sekolah tidak ikut bertambah seiring dengan jumlah penduduk. Dengan demikian, jumlah murid yang akan masuk sekolah dalam setiap tahunnya juga terus bertambah. Jangan disamakan kepadapatan jumlah penduduk di perkotaan dan di perdesaan,” jelasnya.

Secara terpisah, Kadis Dikbud Kendari, Makmur menjelaskan bahwa dari 133 SD di Kendari, hampir semuanya menerapkan belajar siang, karena jumlah murid yang over load tidak sesuai dengan kuota kelas yang disediakan. Hanya saja, belajar siang tersebut diterapkan pada daerah yang pertumbuhan penduduknya semakin padat.

“Sebenarnya kebijakan ini tidak sesuai dengan undang-undang tapi karena kondisi maka kebijakan ini diambil sebagai solusi agar anak anak tetap belajar dengan baik, meski sebagian harus belajar siang. Kita sudah melakukan antisipasi dengan pembangunan ruang kelas belajar baru atau rehabilitasi. Hanya saja, anggaran APBD yang kita miliki terbatas untuk dapat melayani 133 SD sekaligus. Kita lakukan secara bertahap dengan skala prioritas,” tandasnya. (myu/b)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top