Ijazah PNS Mulai Dikumpulkan – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Ijazah PNS Mulai Dikumpulkan

Foto: Pemeriksaan Ijazah CPNS

Foto: Pemeriksaan Ijazah CPNS

//Proses Verifikasi Ijazah Palsu Berlanjut

Kendari Tim verifikasi ijazah dalam menelusuri potensi adanya penggunaan ijazah palsu di lingkup Pemprov Sultra terus berjalan. Saat ini, tim tersebut sedang mengumpulkan seluruh ijazah PNS untuk menelusuri rekam jejak pendidikan pamong abdi negara yang bertugas di Pemprov Sultra.

“Tim verifikasi masih mengumpulkan ijazah. Sebab hingga kini, SKPD belum merampungkan proses penyerahan berkasnya. Bila sudah lengkap, barulah tim melakukan uji keotentikan ijazah. Makanya, kami telah meminta agar SKPD yang belum rampung pengumpulan ijazahnya untuk segera dituntaskan,” ungkap Hj Nur Endang Abbas, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, kemarin.

BACA JUGA :  Rektor Berkley Sakit, Pemeriksaan Kasus Pemalsuan Ijazah Ditunda

Belum tuntasnya tahap pengumpulan ijazah, kata dia, cukup wajar. Sebab surat KemenPAN-RB baru diterima pada bulan Ramadan. Belum lagi, pemerintah dihadapkan dengan libur panjang. Makanya, tahapannya agak sedikit terganggu. Tak heran, proses pengumpulan ijazah PNS baru efektif saat ini. “Karena sudah tidak ada kendala berarti, kami berharap proses pengumpulan ijazah ini bisa segera rampung. Dengan begitu, tim bisa masuk pada tahap berikutnya.  Yang jelas, pemerintah tetap menjamin bahwa proses verifikasi terhadap ijazah palsu tetap akan dilaksanakan,” jelas mantan Sekretaris Bappeda Sultra ini.

BACA JUGA :  Rektor Berkley Sakit, Pemeriksaan Kasus Pemalsuan Ijazah Ditunda

Lantas, kapan proses verifikasi ijazah ini dimulai? Mantan Ketua KNPI Sultra ini belum bisa memastikan. Sebab tahapannya ada di SKPD masing-masing. Kendati demikian, pemerintah menargetkan secepatnya bisa diselesaikan sehingga oknum PNS yang berbuat curang dengan menggunakan ijazah palsu bisa diberi sanksi sebagaimana instruksi gubernur.

Dalam proses verifikasi, lanjutnya, berkas yang dianggap meragukan akan dipisahkan. Misalnya saja, nomor ijazah, nama atau tanda tangan rektor maupun hal lainnya. Namun tidak serta merta ijazah tersebut langsung divonis palsu. Sebab terlebih dahulu akan dikonfirmasi dengan lembaga atau perguruan tinggi. Sebab semua data-data yang terkumpul akan dicocokan. Bisa saja, ada salah penulisan angka atau nama. Apalagi nama ijazah SD hingga perguruan tinggi terkadang berbeda.

BACA JUGA :  Rektor Berkley Sakit, Pemeriksaan Kasus Pemalsuan Ijazah Ditunda

“Contoh kecilnya, pada ijazah SD tidak memakai marga tapi pada ijazah SMA atau perguruan tinggi marganya dipakai. Begitupula pada penulisan nama Muhammad. Ada yang hanya menggunakan inisial M, Muh atau dipanjangkan. Makanya, semuanya harus dikaji secara cermat. Untuk itulah, kami berharap semua pihak harus bersabar. Sebab bila ada, pasti akan ketahuan,” pungkasnya. (mal/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top