Denny Indrayana Tambahkan Saksi Ahli – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Nasional

Denny Indrayana Tambahkan Saksi Ahli

Denny Indrayana

Denny Indrayana

 

Jakarta — Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (wamenkum dan HAM) Denny Indrayana kembali diperiksa Bareskrim terkait kasus dugaan korupsi payment gateway atau pembayaran paspor online. Denny kembali berdalih bahwa biaya perbankan memang diperbolehkan dalam layanan tersebut.

Ditemui kemarin (29/7) Denny menyebut, pihaknya telah berkonsultasi dengan berbagai pakar terkait biaya pembayaran paspor online. Dalam konsultasi tersebut diketahui bahwa banyak layanan dari lembaga negara lain yang juga dipungut biaya perbankan. “Ada banyak yang juga memungut seperti itu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sarankan Polisi-Jaksa tak Harus Pimpin KPK

Di antaranya, PT Kereta A?pi Indonesia dalam pembayaran tiket online senilai Rp 7.500. Lalu, ada juga pembayaran pulsa elektronik PT Perusahaan Listrik negara yang pulsanya dipotong saat dipakai. “Saya tegaskan memang ada biaya perbankan itu,” jelasnya.

Untuk itu rencananya Denny mengajukan saksi ahli yang meringankan. Saksi tersebut berasal dari Universitas Gajah Mada. “Nanti saya ajukanlah,” terangnya.”

BACA JUGA :  Sarankan Polisi-Jaksa tak Harus Pimpin KPK

S?ementara Pengacara Denny Indrayana, Heru Widodo menuturkan bahwa saksi ahli ini ditujukan agar Bareskrim lebih objektif memandang kasus tersebut. Sebab, mendapatkan masukan yang lebih komprehensif. “Secepatnya akan diajukan, kemungkinan 2 Agustus akan ada pemeriksaan lagi,” jelasnya.

Dengan keberadaan saksi ahli ini, maka diharapkan bisa ada gelar perkara ulang. Bila ternyata tidak ditemukan cukup bukti, tentu seharusnya perkara ini dihentikan. “Ini targetnya, karena memang sebenarnya tidak ada yang dilanggar,” paparnya.

BACA JUGA :  Sarankan Polisi-Jaksa tak Harus Pimpin KPK

Sementara Jubir Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Kombespol Ade Deriyan menjelaskan, sebenarnya tidak ada pemeriksaan lagi untuk kasus Denny Indrayana. “Tapi, pemeriksaan kali ini permintaan tersangka. Tentu dipenuhi karena memang ingin menambah berkas kasus,” jelas Ade.

Soal saksi ahli yang diajukan, tentu Bareskrim akan menerimanya. Sebab, semakin banyak masukan tentu semakin baik untuk kasus tersebut. “Secepatnya nanti bisa diberikan berkas lagi ke Kejagung,” ujarnya. (idr/end)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top