Ciri dan Cara Menangani Psikopat – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kesehatan

Ciri dan Cara Menangani Psikopat

Kendari,–Psikopat merupakan gangguan kepribadian unik yang berbeda dengan gangguan jiwa lainnya. Psikopat tampak seperti manusia normal, tapi di dalam dirinya ada gangguan kejiwaan. Tetapi psikopat bisa berada disekitar kita, tanpa diketahui.

30-Psikopat...

Psikolog Evelyn Ridha Manalu, M.Psi mengaku hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab psikopat. Tapi ada pendapat karena adanya kelainan struktural otak, gangguan metabolisme serotonin, gangguan fungsi otak dan genetik yang diduga ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat. Selain itu, faktor genetik dan lingkungan juga berperan besar melahirkan karakter psikopat.

“Stress atau tekanan hidup yang besar bisa pula merubah perilaku seseorang menjadi brutal. Tapi jika sifatnya hanya sementara, karena ada pemicu, maka tidak bisa dikatakan psikopat. Ciri psikopat sebenarnya bisa dideteksi sejak kanak-kanak melalui berbagai perilaku yang tidak biasa,” jelas Evelyn.

Dikatakan, ada tiga ciri psikopat yakni egosentris (mementingkan diri sendiri), tidak pernah merasa bersalah atau menyesal dengan kesalahan yang diperbuat dan psikopat buta akan aturan, sehingga selalu melanggar aturan. Masyarakat awam berpikir bahwa seorang psikopat, cenderung melakukan tindak kriminal dengan tidak lazim. Sebenarnya psikopat tidak selalu seperti itu, namun bila tidak diberikan terapi, perlakuan, atau pengobatan, bisa saja menjurus kearah tindak kriminal.

“Para psikopat sangat manipulatif, pandai berbohong, curang, mencuri, memanipulasi, memperalat siapapun. Jadi kebanyakan psikopat, itu orang yang mempunyai Intelligence Quotient (IQ) tinggi. Selain itu, semua tindakannya dilakukan tanpa rasa bersalah maupun penyesalan,” tutur Psikolog yang bertugas di RSJ Sultra itu.

Pada dasarnya, anak yang membawa sifat psikopat sejak kecil, tindakannya bisa diminimalisir, sehingga tidak melakukan tindak kejahatan pada saat dewasa. Sifat Psikopat bisa dicegah jika indikasi kelainan kepribadian dideteksi sedini mungkin dan diberi asuhan sedemikian rupa. Misalnya kata Evelyn dengan melakukan terapi kognitif atau behavior terapi.

“Kemudian penanaman nilai-nilai kebaikan, sehingga meminimalkan risiko individu dari kekurangan rasa kasih sayang pada masa kecilnya yang akan menyebabkan berkembangnya perilaku yang merugikan dari seorang Psikopat,” tutupnya.(p11/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top