Realisasi Investasi Naik 16,6 Persen – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Ekonomi & Bisnis

Realisasi Investasi Naik 16,6 Persen

Foto Ilustrasi. Jawa Pos

Foto Ilustrasi. Jawa Pos

Jakarta — Di tengah perlambatan ekonomi yang sedang terjadi, tren investasi di Indonesia justru meningkat. Berdasar data laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), terjadi peningkatan realisasi investasi pada semester I 2015 sebesar 16,6 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menurut Kepala BKPM Franky Sibarani, secara kumulatif mulai Januari hingga Juni tahun ini, realisasi investasi di Indonesia telah mencapai Rp 259,7 triliun.

”Angka realisasi pada semester I 2015 tersebut terdiri atas realisasi investasi PMDN (penanaman modal dalam negeri) sebesar Rp 85,5 triliun dan realisasi investasi PMA (penanaman modal asing) sebesar Rp 174,2 triliun,” papar Franky di gedung BKPM Senin (27/7) lalu.

BACA JUGA :  Jokowi Undang Pengusaha Belanda Untuk Investasi di Indonesia

Franky memerinci, kenaikan realisasi investasi PMDN pada semester I tahun ini mencapai 17,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ketika nilai investasi hanya mencapai Rp 72,8 triliun. Realisasi investasi PMA mulai Januari hingga Juni 2015 juga meningkat sebesar 16,1 persen bila dibandingkan dengan semester I tahun lalu, saat nilai investasi hanya Rp 150 triliun.

Terkait dengan realisasi PMDN, Franky menuturkan bahwa sektor industri menyumbangkan investasi paling besar, yakni mencapai Rp 43,0 triliun atau 50,3 persen dari total PMDN. Penyumbang terbesar realisasi investasi PMA semester I juga sektor industri. Kontribusinya sebesar USD 5,6 miliar atau 40,1 persen dari total PMA.

BACA JUGA :  Jokowi Undang Pengusaha Belanda Untuk Investasi di Indonesia

Menurut Franky, ada yang menarik dari realisasi investasi PMA sepanjang semester I tahun ini. Dalam lima besar negara penyumbang investasi terbesar di Indonesia, Malaysia menempati posisi pertama. Tercatat, Malaysia menanamkan modal hingga USD 2,6 miliar. ”Karena Malaysia sedang besar-besaran investasi di telekomunikasi. Malaysia menempati urutan pertama dalam lima besar negara,” papar dia.

Franky melanjutkan, Malaysia menyumbang 18,65 persen dari total realisasi investasi PMA selama semester I 2015. Hal tersebut dibenarkan Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM M. Azhar Lubis. Dia mengatakan, saat ini negeri jiran tersebut menanamkan investasi besar-besaran di bidang telekomunikasi. ”Ini terkait perusahaan telekomunikasi Malaysia XL (PT XL Axiata Tbk, Red) yang ingin berubah dari 3G menjadi 4G di seluruh daerah,” papat Lubis.

BACA JUGA :  Jokowi Undang Pengusaha Belanda Untuk Investasi di Indonesia

Negara lain yang masuk lima besar penyumbang investasi terbesar adalah Singapura, yang berada di posisi kedua setelah Malaysia dengan nilai investasi USD2,3 miliar. Berikutnya, ada Jepang dengan nilai investasi USD 1,6 miliar. Menyusul Korea Selatan dengan investasi USD 0,8 miliar dan Amerika Serikat dengan USD 0,6 miliar. (ken/tia)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top