Pos Pemantauan Terumbu Karang Disulap Menjadi Objek Wisata – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Feature

Pos Pemantauan Terumbu Karang Disulap Menjadi Objek Wisata

Rusli/KP__Pos pemantauan terumbu karang dijadikan sebagai objek wisata bahari Rumah Karang Pasitoddo di Kolaka Utara.

Rusli/KP__Pos pemantauan terumbu karang dijadikan sebagai objek wisata bahari Rumah Karang Pasitoddo di Kolaka Utara.

 

— Wisata Bahari Rumah Karang Pasitoddo Kolaka Utara
   
Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap budidaya terumbu karang membuat pemerintah harus turun tangan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendirikan pos pemantauan terumbu karang di sebelah selatan barat daya pesisir Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara. Bahkan, pos tersebut kini disulap menjadi objek wisata bahari Rumah Karang Pasitoddo.

Muh. Rusli
    
Rumah Karang Pasitoddo berjarak kurang lebih dua kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Kolaka Utara. Untuk sampai ke sana hanya bisa diakses dengan menggunakan perahu. Rumah Karang Pasitoddo dibuat dari tiang-tiang bangunan yang berdiri di atas terumbu karang dan beratapkan seng. Karena keberadaannya di laut maka penamaannya sendiri disesuaikan dengan cara mendirikan bangunan kayu itu yang cara-caranya disebut “pasitoddo” (bahasa Bugis) yang artinya saling memasak.

Agar pengunjung leluasa bergerak, beberapa pondok mini didirikan di sekitarnya saling bertautan karena dihubungkan dengan jembatan kayu. Suasananya nyaman. Sengatan matahari tak terasa karena terpaan angin laut yang berhembus di istana ikan itu.

Awalnya, tempat tersebut merupakan pos pemantauan terumbu karang. Di Kolut marak nelayan jahil yang kerap melaut namun cara-caranya lumayan ekstrim dengan menggunakan bom ikan yang diracik sendiri oleh para nelayan. Hasilnya memang melimpah, namun dibalik dari itu tanpa mereka sadari telah mengusir hewan-hewan laut tersebut hingga memilih habitat yang baru.

Kerusakan karang membuat pemerintah mengambil sikap dengan mendirikan lima pos pemantauan yang berdiri di sepanjang laut pesisir Kolaka Utara.  “Perusakan karang sudah marak sebelum saya jadi bupati. Akhirnya dibuatlah lima pos pantau untuk mengawasi para pelaku dan memperketat pengawasan. Jika ada yang tertangkap, akan diberi sanksi. Ketentuan itu berlaku sampai sekarang,” ungkap Rusda Mahmud, Bupati Kolaka Utara.

Pos-pos ini memang sengaja didirikan di beberapa titik yang memiliki habitat tumbuhan karang yang subur. Berawal dari konsep itu, pos-pos tersebut ditingkatkan nilai manfaatnya menjadi objek wisata. Pengunjung dapat menikmati kesuburan terumbu karang dan aneka ikan di daerah tersebut.

Kata Rusda, memang sebelumnya di nusantara ini tidak ada lokasi khusus tempat pemancingan di laut terkecuali harus menggunakan perahu. Maka dari itu ia memulainya menjadikan pos pemantauan itu sebagai rumah pemancingan yang berdiri di tengah laut. Sebab, salah satu tanggung jawab masyarakat Kolaka Utara tentunya diharuskan menjaga dan memantau ekosistem laut wilayah sendiri khususnya kelangsungan terumbu karang di perairan seluas 12.376 km persegi. Tanggung jawab itu harus dilaksanakan agar keberadaannya terlindungi hingga ke anak cucu masa yang akan datang.

Selain sebagai rumah karang, lokasi itu dikembangkan menjadi tempat konservasi terumbu karang di Kolut. Upaya itu berhasil. Dengan menggandeng berbagai pihak, pertumbuhan karang-karang remaja pun terus dikembangkan dan diperluas. Merehabilitasi terumbu karang bukanlah hal yang mudah namun memerlukan waktu yang terbilang lama pula.

Karang sebagai salah satu tempat favorit ikan menetap dan berkembang tentunya harus diperhatikan agar nelayan pun bisa menambah hasil tangkapannya. Apalagi untuk subsektor bidang perikanan di Kolaka Utara setiap tahunnya mulai menunjukkan peningkatan dengan memberikan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) kabupaten itu sebesar 8,86 persen 2013. Produksi perikanan laut pada 2013 lalu telah tercatat 35.579 ton. Begitu pula dengan perikanan darat yang mulai ditingkatkan di wilayah itu juga mulai berjalan dengan penghasilan 21.586,42 ton tahun 2014. (*/b)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
1 Comment

1 Comment

  1. dudidu

    18 Sep 15 17:55 at 17:55

    Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Informasi Seputar Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top