Nur Alam Terancam Sanksi DPP – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Nur Alam Terancam Sanksi DPP

Nur Alam

Nur Alam

Kendari Kehadiran dan dukungan Ketua DPW PAN Sultra, Nur Alam bersama Sekum DPW PAN Sultra, Abdurrahman Saleh terhadap calon lain di Pilkada Koltim dan Konut sudah terdengar ke DPP PAN. Sikap tersebut dinilai mendapat tanggapan serius dari pusat. Bahkan, Nur Alam dan Abdurrahman Saleh terancam sanksi DPP.

Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjend) DPP PAN, Al-Qadri Arief mengatakan, pihaknya sudah mendengar kabar mengenai dua kader PAN Sultra yang tidak didukung oleh DPW PAN Sultra. Ia mengatakan, kejadian tersebut akan dibahas untuk segera diselesaikan. “Saya sudah dengar soal Balon Kada yang diusung PAN tapi tidak mendapat dukungan dari DPW. Saat ini permasalahan itu akan dibahas secepatnya untuk diselesaikan,” kata Arief saat dihubungi telepon selularnya, Selasa (28/7).

Menurutnya, sikap yang ditunjukan oleh DPW PAN Sultra itu bertentangan dengan ketetapan DPP PAN. “Sudah ada surat edaran yang menginstruksikan kepada seluruh kader PAN untuk mendukung bakal calon yang diusung oleh PAN dalam Pilkada serentak 2015,” jelasnya. Ia menjelaskan, surat tersebut sudah dikirim sejak tanggal 24 Juli 2015. Dalam surat tersebut juga dengan tegas mencantumkan sanksi jika tidak mematuhi surat edaran tersebut. Kader PAN harus mendukung Balon Kada yang diusung oleh PAN dalam Pilkada serentak mendatang.

Arief menambahkan, sanksi yang akan diterima yakni teguran hingga pemecatan dari struktural jabatan di PAN. Namun, DPP akan melakukan kroscek terlebih dahulu tentang alasan apa yang membuat kader tidak mendukung kader sendiri maju dalam Pilkda serentak nantinya. “Kita juga harus mengkroscek terlebih dahulu apa yang menjadi alasan sehingga harus berseberangan dengan apa yang telah ditentukan oleh DPP. Nanti setelah DPP sudah melakukan kroscek, baru DPP dapat menyimpulkan akan mengambil langkah seperti apa,” tegasnya.

“Dalam waktu dekat ini akan segera bertemu dengan ketua DPW PAN Sultra. Pasalnya kalau tidak diselesaikan dengan cepat takutnya masalah ini akan menjadi blunder buat PAN sendiri,” tambahnya. Disinggung mengenai luka Kongres di Bali, Arief enggan berkomentar. “Kongres di Bali sudah usai. Sekarang mari kita satu kembali untuk membesarkan PAN,” jelasnya.

Ketua Pengembangan Organisasi Keanggotaan (POK), Yandri Susanto membenarkan adanya surat edaran yang menginstruksikan kepada setiap kader untuk mendukung Balon Kada yang diusung PAN dalam Pilkada serentak mendatang. “Kita sudah kirim surat tersebut ke seluruh DPW dan DPD se-Indonesia,” tuturnya. Persoalan ada kader yang tidak sejalan dengan apa yang putuskan oleh DPP maka itu harus dilakukan evaluasi. “Kita cek terlebih dahulu apa argumentasi mereka sehingga tidak mau mendukung Balon Kada yang telah diusung oleh PAN,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPD PAN Koltim, Farida Harianti menanggapi datar statemen “maling kundang” yang disampaikan Ketua DPW PAN Sultra, Nur Alam saat deklarasi pasangan calon Tony Herbiansyah-Andi Merya Nur, Senin lalu. Bakal calon Wakil Bupati Koltim itu justru berterimakasih kepada gubernur yang secara tidak langsung membesarkan namanya, saat orasi di Lapangan Latamoro, Kecamatan Tirawuta (27/7) lalu.

“Saya tidak dongkol dengan orasi gubernur, meskipun saya disinggung karena dianggap melawan DPW. Jutsru saya terimakasih banyak. Pak gubernur itu bukan lawan saya. Dia kan pemimpin Sultra. Mana mungkin orang seperti saya mau melawan gubernur,” tandas Farida saat dihubungi, kemarin (28/7). Sekalipun disebut sebagai “maling kundang”, dia mengatakan tetap berlapang dada. Pernyataan demikian, dianggap oleh Farida sebagai hal yang biasa. Tidak akan dimasukan ke dalam hati. Katanya, seandainya isi hati bisa terlihat maka akan diketahui bahwa dirinya benar-benar tidak merasa terusik dengan orasi gubernur yang menyinggungnya. Orasi gubernur yang menyinggunnya, kata dia justru membuat seorang Farida menjadi terkenal. Katanya, orasi  itu benar-benar membantunya menjadi populer di kalangan masyarakat Sultra, khususnya Koltim. “Secara tidak langsung, saya menjadi terkenal karena disebut-sebut oleh gubernur,” kata wanita berhijab itu.

Bagaimana dengan DPW PAN yang justru mendukung kandidat lain, bukan kader PAN ? Dia mengatakan itu bukan menjadi masalah. Bukan persoalan yang berati bila DPW mendukung kandidat lain. Yang jelas, Farida mengatakan dirinya mendaftar sebagai kandidat wakil bupati berpasangan dengan Syamsu Alam menggunakan pintu PAN karena mendapat rekomendasi DPP PAN. “Kami sudah lakukan pendaftaran. Dan, KPU Koltim pun sudah menerima berkas kami beserta dengan lampiran surat keputusan DPP yang membolehkan kadernya menggunakan PAN untuk bertarung di Pilkada,” paparnya. Bagaimana anda melihat Sekertaris DPW PAN, Abdurrahman Saleh yang ikut-ikutan mendukung kandidat lain di Pilkada Koltim? Dia masih saja merasa hal itu bukan masalah. Itu hak mereka untuk mendukung kandidat.

Sementara, Ketua DPD PAN Konut, Raup enggan memberikan komentarnya. “Saya no coment soal itu,” ujarnya saat dihubungi tadi malam. (dan/yog/a)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top