Kades Lasiwa Terancam di Copot – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Buton Utara

Kades Lasiwa Terancam di Copot

ilustrasi blsm

//Diduga Sunat Dana BLSM

Buranga —  Jabatan Drs. Andi Syafruddin, sebagai Kepala Desa Lasiwa, tampaknya akan segera berakhir. Hal itu didasari dengan dugaan penyalahgunaan jabatan sebagai pimpinan di desa itu. Ia dilaporkan telah menggelapkan Bantuan Langsung Masyarakat Miskin (BLSM) tahun 2014 dan tahun 2015.

Bukan itu saja, Andi Syafruddin juga dilaporkan karena tidak mampu menyelenggarakan sistem pemerintahan desa secara maksimal, serta mengangkat perangkat desa tidak sesuai prosedur.

Hal itu diungkap Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Butur, Miyadin, saat dikonfirmasi Senin, (27/7). Menurutnya, kasus tersebut dilaporkan sejak Juli lalu oleh masyarakat Desa Lasiwa.

“Tanggal 11 Juli lalu tim terpadu yang terdiri dari lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yakni Asisten I, Inspektorat, Kesbangpol, BPMD, Bagian Pemerintahan dan Bagian Hukum, melakukan klarifikasi terhadap laporan tersebut,” ungkapnya.

Kata Miyadin, Kades Lasiwa dilaporkan telah melakukan pemotongan dana BLSM tahun 2014 sebesar Rp 200 ribu, dari Rp 400 ribu yang seharusnya diterima oleh 62 KK. Kemudian, pemotongan BLSM tahun 2015 sebesar Rp 50 ribu, dari Rp 600 ribu yang seharusnya diterima oleh penerima yang terdaftar sebanyak 62 KK.

“Hasil klarifikasi tim terpadu dibenarkan ada pemotongan, akan tetapi sudah berdasarkan kesepakatan bersama masyarakat yang dibuktikan dengan berita acara musyawarah pada 29 November 2014 lalu,”ujarnya.

Kesepakatan masyarakat pada saat itu lanjut Miyadin, bahwa untuk pemerataan penerima BLSM, maka penerima yang terdaftar sebanyak 62 orang hanya mendapat sebesar Rp. 200 ribu dari yang seharusnya diterima sebesar Rp 400 ribu. Potongan itu akan dibagikan kepada warga yang tidak terdaftar sebagai penerima BLSM dengan masing-masing sebesar Rp 100 ribu. Hanya saja dipotong lagi sebangak Rp 25 ribu untuk biaya pengurusan kades di kantor pos dan giro Ereke.

“Terkait laporan masyarakat bahwa ada dana Rp 75 ribu yang tidak jelas, itu hanya kesalahpahaman pelapor. Karena dana yang dimaksud sudah include atau masuk dalam bagian pemerataan penerima yang tidak terdaftar sebagai penerima sejumlah 101 KK. Sehingga total jumlah KK penerima BLSM tahun 2014 sebanyak 163 KK, yang terdiri dari 62 KK menerima sebesar Rp 200 ribu, dan 101 KK menerima Rp 100 ribu. Dana transport yang awalnya disepakati dipotong sebanyak Rp 25 ribu per KK, tidak semua dipotong, karena yang dipotong hanya 92 KK dari 163 KK,” sebut Miyadin, saat membacakan hasil klarifikasi tim terpadu.

Sementara itu, hasil klarifikasi dana BLSM desa Lasiwa tahun 2015 mencapai Rp 37,2 juta. Pemotongan sebanyak Rp 50 ribu/KK itu, ditemukan benar adanya. Tetapi itu juga hasil kesepakatan musyawarah pada 21 April 2015 lalu yang dibuktikan dengan berita acara. Dana diperuntukan sebagai biaya pengurusan kades di kantor pos dan giro Ereke. Sehingga masyarakat penerima, diterimakan senilai Rp. 550 ribu, dari Rp. 600 ribu.

“Kalau pembayaran honor block grant tahun 2014, pembayarannya lewat tahun yakni nanti tahun 2015. Dana block grant tahun 2014, cair pada April 2014 tetapi dibayarkan nanti 4 Mei 2015. Itupun dibayarkan nanti sudah ada aduan dari masyarakat. Makanya terjadi penyimpangan,”tandasnya.

Dari hasil klarifikasi yang ditemukan tim terpadu tambahnya, maka mereka merekomendasikan peninjauan kembali jabatan plt kades Lasiwa, Andi Syafruddin. “Sekarang ini rekomendasi itu sementara diproses,” terangnya. (gol/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top