Inovator Mobil Listrik Ajukan Praperadilan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Inovator Mobil Listrik Ajukan Praperadilan

Dasep Ahmadi

Dasep Ahmadi

 

Jakarta — Penyidikan kasus riset mobil listrik mulai berkembang ke arah penahanan tersangka. Kemarin (28/7) penyidik Kejaksaan Agung menahan Dasep Ahmadi, inovator mobil listrik. Tak terima atas penahanan itu, Dasep menyiapkan gugatan praperadilan.

Pengacara Dasep, Vidi Galenso Syarief, mengaku kaget atas penahanan tersebut. Sebab, para pengacara tak bisa mendampingi Dasep karena ada jadwal persidangan di sejumlah kota.

Pengacara sebenarnya meminta Dasep mengajukan penundaan pemeriksaan. Namun, insinyur lulusan ITB itu tidak ingin penyidikan terhambat. Dia memilih menghadiri panggilan penyidik yang kemudian berujung penahanan. “Beliau berupaya kooperatif, tapi kok malah ditahan. Apa ini alasan penahanannya?” ujar saudara pengacara kondang Elza Syarief tersebut. Saat dihubungi kemarin, Vidi mengaku tengah mendampingi klien di Gorontalo. Sementara Elza mengikuti persidangan di Jakarta.

Informasi yang didapat Vidi, selama pemeriksaan Dasep tak ditanya apa pun oleh penyidik. Menjelang sore, Dirut PT Sarimas Ahmadi Pratama itu langsung disodori surat perintah penahanan. Vidi menyatakan sudah berkoordinasi dengan Elza terkait penahanan tersebut. Pengacara menyiapkan gugatan praperadilan atas penahanan Dasep. “Kami akan menemui Pak Dasep dulu di tahanan,” ujarnya.

Sebelum dibawa ke mobil tahanan, Dasep sempat memberikan keterangan kepada wartawan. “Saya ini hanya insinyur yang diberi tugas negara. Saya juga sudah menjalankan tugas sebaik-baiknya,” kata dia.

Dasep menjelaskan, mobil yang dibuatnya juga sempat dipamerkan dan dipakai di KTT APEC di Bali pada 2013. Saat ditemui koran ini pada 14 Juli, Dasep pernah menunjukkan video rekaman tayangan televisi swasta yang menggambarkan mobilnya berfungsi normal di KTT APEC. Dalam gambar itu, reporter televisi tersebut juga sempat mencoba mobil buatan Dasep.

Dasep mengaku siap menghadapi perkaranya. Namun, yang dia pikirkan justru karyawannya. “Kalau secara pribadi, saya siap menjalani. Tapi, secara bisnis, karyawan saya bagaimana nasibnya?” ucap dia.

Sementara itu, Kasubdit Penyidikan Jampidsus Sarjono Turin mengatakan, penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama demi keperluan penyidikan. Dasep ditempatkan di Rutan Kejagung Cabang Salemba. “Penahanan kami lakukan karena sudah mendekati waktu pemberkasan,” katanya. (gun/c9/sof)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top