Sutan Dituntut 11 Tahun Penjara – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Aneka

Sutan Dituntut 11 Tahun Penjara

Sutan Bhatoegana

Sutan Bhatoegana

Jakarta- Tampaknya Sutan Bhatoegana akan semakin lama meringkuk di dalam penjara. Pasalnya dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kemarin (27/7) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan ketua komisi VII DPR RI itu 11 tahun penjara. Selain itu, lembaga antirasuah itu juga mencabut hak dipilih dan memilih Sutan selama tiga tahun.

Sidang tuntutan itu dimulai pukul 15.30. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Dody Sukmono dalam tuntutannya mengatakan Sutan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Yakni menerima pemberian atau gratifikasi saat dia masih menjabat sebagai wakil rakyat.” “Terdakwa menerima sejumlah uang” dan barang,” ucap Dody sembari membaca berkas tuntutan setebal 530 halaman.

Jaksa merinci pemberian sejumlah uang dan barang tersebut. Pada bulan November tahun 2011 Sutan menerima pemberian mobil Toyota Alphard warna hitam 2.4 tipe G. Kendaraan mewah itu diberikan oleh Direktur PT Dara Trasindo Eltra, Yan Achmad Suep. Mobil itu diatasnamakan Sutan. Dody menjelaskan awalnya Sutan berkeinginan membeli mobil. Niat itu diutarakan ke Suep. Tanpa diperintah, Suep langsung bergegas menuju ke showroom mobil PT Duta Moto di Jalan Iskandar Muda Kebayoran Lama Jakarta Selatan untuk membeli mobil tersebut.

Tahun 2013, mantan politikus Partai Demokrat itu kembali menerima hadiah. Kali ini uang senilai Rp 50 juta dari mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Uang itu diberikan lewat Waryono Karno mantan sekjen Kementerian ESDM. “Uang diberikan di kantor sekjen di jalan Medan Merdeka Selatan,” paparnya.

Selain itu, pada tanggal 26 Juli 2013, Sutan menerima uang sebesar 200 ribu USD. Tunjangan Hari Raya (THR) itu diberikan oleh mantan kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas(SKK Migas) Rudi Rubiandini melalui anggota komisi VII Tri Yulianto. Tri merupakan rekan separtai Sutan di Demokrat.

Dan yang terakhir, Sutan juga menerima pemberian berupa tanah dan bangunan di Jalan Kenanga Raya no 87 Tanjungsari Medan. Tanah dan bangunan itu diberikan oleh Komisaris PT SAM Mitra Mandiri Saleh Abdul Malik. Rencananya properti itu akan dijadikan posko pemenangan Sutan yang akan maju menjadi calon Gubernur Sumatera Utara.

Melihat bukti-bukti yang dipaparkan itu, dalam kesimpulannya Dody mengatakan bahwa Sutan terbukti bersalah. Yakni melanggar pasal 12 huruf b subsider Pasal 12 huruf B lebih subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah karena melakukan tindakan korupsi,” ucapnya.

Dody melanjutkan, KPK menjatuhkan hukuman pidana penjara Selama 11 tahun dan denda 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Tak hanya itu, KPK juga mencabut hak politik Sutan. “Mencabut hak memilih dan dipilih dalam pemilu selama tiga tahun,” terangnya.

Sutan menampik semua tuntutan itu. Dia tetap bersikeras tidak bersalah. Sutan mengaku dia dizolimi. “Saksi tidak pernah bilang saya terima uang. Barang bukti uang pun juga tidak ada,” ucapnya setelah persidangan.

Sedangkan kuasa hukum Sutan, Eggy Sujana mempermasalahkan tuntutan JPU. Menurut dia, tuntutan itu tidak tepat. Lantaran menggunakan kata sah dan meyakinkan. Menurut dia, jika jaksa yakin klienya secara sah menerima gratifikasi, maka tuntutan yang diberikan jumlahnya maksimal. “Di pasal 12 disebutkan bahwa hukuman maksimal seumur hidup dan minimal 20 tahun. Kok ini hanya 11 tahun. Berarti tidak yakin,” ucapnya. (aph)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top