SPBI Khusus Randis Sepi – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

SPBI Khusus Randis Sepi

DOK/SUWARJONO/KENDARI POS__Gubernur Sultra, H. Nur Alam saat meresmikan SPBI beberapa bulan lalu. Sayangnya, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal.

DOK/SUWARJONO/KENDARI POS__Gubernur Sultra, H. Nur Alam saat meresmikan SPBI beberapa bulan lalu. Sayangnya, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Kendari Sejak diberlakukan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 Tahun 2012, seluruh kendaraan dinas (Randis) wajib menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Sayangnya, kebijakan itu tak efektif sebab masih ada saja sejumlah oknum PNS yang tetap menikmati BBM bersubsidi dengan berbagai cara. Untuk mengantisipasi ulah nakal oknum PNS, Pemprov Sultra pun melakukan inisiatif dengan menyiapkan fasilitas pengisian BBM khusus bagi kendaraan plat merah.

Setelah menyiapkan segala persyaratan, awal tahun ini Stasiun Pengisian BBM Industri (SPBI) akhirnya dapat beroperasi. Tetapi upaya pemerintah agar Randis beralih mengisi bahan bakarnya di SPBI yang dikelola Perusda ini terkesan sia-sia. Faktanya, SPBI di eks RSUD Sultra sepi peminat. Jangankan instansi verfikal, BUMN, BUMD dan instansi pemerintah lainnya, di internal SKPD Provinsi pun, jarang yang melakukan pengisian di SPBI tersebut.

BACA JUGA :  Harga Premium Bisa Rp 8.200

Alhasil, SPBI tak nampak seperti SPBU pada umumnya yang tampak ada antrian kendaraan mengisi bahan bakar. Kepala Biro Ekonomi dan SDA Setprov Sultra, Muhammad Faisal tak menepis hal tersebut. Namun ia membantah bahwa selama ini SKPD lingkup Pemprov dianggap tak kooperatif. Menurutnya, hal ini lebih disebabkan adanya perbedaan penafsiran tentang jenis bahan bakar yang disyaratkan. Sebab dalam surat edaran dimaksud BBM industri adalah jenis pertamax. Sementara yang dijual di SPBI adalah jenis premium non-subsidi.

“Karena dianggap bisa menimbulkan masalah dikemudian hari, ada beberapa instansi yang masih ragu-ragu membeli. Bahkan mereka meminta, agar Perusda segera mengganti jenis BBM yang dijualnya. Bila sebelumnya premium non subsidi, ke pertamax. Atas dasar itu, pemerintah pun akhirnya sepakat mengganti jenis bahan bakar yang akan disalurkan,” jelas mantan dosen Universitas Halu Oleo (UHO) ini.

BACA JUGA :  Pengelola SPBU Curang Terancam Sanksi Pidana

Setelah melengkapi persyaratan administrasi dan lainnya, masa transisi bisa dirampungkan. Makanya, mulai bulan Juli ini jenis bahan bakar yang disiapkan bukan lagi jenis premium non subsidi. Bagi SKPD sebelumnya masih memilih SPBU lain, kini bisa membeli pertamax di SPBI. Tak mengherankan, realisasi penjualan pun ikut meningkat. Berdasarkan laporan, ada peningkatan penjualan dan suplai sebesar 20 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Bagi SKPD provinsi, tidak ada lagi alasan tak mengisi kendaraannya di SPBI. Sebab semua permintaannya telah ditindaklanjuti. Untuk memastikan seluruh Randis mengisi kendaraannya di SPBI, pemerintah kembali akan menerbitkan surat edaran tentang keharusan mengisi bahan bakar di SPBI milik pemerintah ini. Formatnya sudah ada, tinggal dikaji ulang sebelum diserahkan ke gubernur,” jelasnya.

BACA JUGA :  Premium akan Turun Harga April 2016

Pada prinsipnya, pembangunan SPBI ini semata-mata untuk mempermudah pemilik Randis mengisi bahan bakar. Apalagi masih ada saja oknum yang mencoba berbuat curang. Makanya, setiap pembelian bahan bakar kendaraan plat merah tidak lagi menggunakan uang tunai. Kini, alat pembayarannya diganti dengan kupon BBM. Mekanismenya, SKPD tinggal membeli kupon yang telah disiapkan pemerintah. Namun demikian, bukan berarti SPBI ini hanya dikhususkan untuk Randis Pemprov saja. Bagi randis lembaga vertikal, BUMN, BUMD, pemda kabupaten/kota maupun TNI/Polri termasuk kendaraan umum tetap bisa dilayani.

“Dengan kapasitas tangki 6 ribu Kilo Liter, bahan bakar yang ada cukup untuk melayani penjualan randis Pemprov maupun pemerintahan lainnya. Jika dianggap masih kurang, kapasitas suplainya bisa ditambah. Jadi pemerintah ingin memastikan kebutuhan BBM pertamax untuk kendaraan plat merah tercukupi,” tandasnya. (c/mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top