Pasutri Penggagas Arisan Fiktif Jadi Tersangka – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Pasutri Penggagas Arisan Fiktif Jadi Tersangka

Kendari, KP — Penyidik Reskrim Polres Kendari tidak membutuhkan waktu lama untuk menetapkan pasangan suami istri, Bustami (40) dan Surianti (35), sebagai tersangka dalam kasus penipuan penggelapan bermodus arisan. Kasus yang baru bergulir beberapa hari itu, sudah bisa ditingkatkan ke penyidikan. Bahkan keduanya sudah dimintai keterangan dalam status baru tersebut. Kasatreskrim Polres Kendari, AKP Robby Topan, pihaknya menjerat keduanya dengan pasal 378 KUHP.

Saat ini penyidik sementara melengkapi berkas tahap I untuk dilimpahkan ke kejaksaan. Surianti lebih dulu dijebloskan ke ruang tahanan, sementara suaminya, Bustami akan diperiksa Senin (27/7) hari ini. “Sebenarnya kasus ini sudah dilaporkan seorang ibu pada akhir puasa lalu. Hanya kemarin satu korban lagi melapor maka dengan tambahan keterangan itu syarat dinaikan ke penyidikan sudah lengkap,” ungkap Kasatreskrim.

Hari ini kata perwira polisi ini, jadwal pemeriksaan terhadap Bustami dalam status sebagai tersangka. Robby juga menegaskan pihaknya akan melakukan penahanan mengikut tersangka awal yang telah ditahan. “Setelah kami periksa kami akan tahan. Kenapa kami melakukan penahanan terhadap istrinya dulu karena diketahui dia (Surianti) ini adalah pelaku utama. Dia yang mengajak semua korban,” katanya.

Untuk diketahui, keduanya menipu 15 warga Kota Kendari dengan mengajak arisan namun kenyataannya dana tersebut justru digunakan untuk kepentingan pribadi. Kedok keduanya terungkap dan Jumat (24/7) pukul 15.00 Wita, 15 korban dari Pasutri itu mendatangi Polres Kendari untuk melaporkan indikasi penipuan pada mereka.

Salah seorang pelapor Ahmad Faisol mengatakan, awalnya Bustami yang diketahui adalah pengusaha kayu di Konut mengajak mereka untuk mengikuti arisan dengan nominal setoran Rp 5 juta perbulan. Menurut terlapor, arisan itu sudah berjalan dengan jumlah anggota 15 orang. Hanya saja untuk meramaikan kegiatan itu, Bustami kembali mencari 15 orang lagi agar genap berjumlah 30 orang.

“Arisan itu berjalan sejak bulan Oktober 2013 lalu. Hanya baru ketahuan Juni 2015 kemarin. Kita sudah minta juga itu uang hanya tidak mau dikembalikan alasannya belum dapat giliran,” kata Faisol. Ia mengaku, mulai curiga dan mencoba mencari tahu siapa saja anggota yang mengikuti arisan. Ternyata, 15 orang diantaranya fiktif. “Jadi alasannya, uang yang kami setor itu menjadi jatah 15 orang lainnya di luar kami yang mendapat lot. Saya cari tahu siapa itu orang-orang ternyata tidak ada, fiktiflah istilahnya,” ujarnya.

Ia memerkirakan, total kerugian mereka telah mencapai Rp 1,40 miliar. Pasalnya dari 15 korban masing-masing menyetorkan uang Rp 5 juta tiap bulan. Penyetoran itu dilakukan dan berkisar Rp 95 juta perorang. (b/egy)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top