Ini Kota Terpadat di Dunia – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Intermezzo

Ini Kota Terpadat di Dunia

Inilah tempat paling padat yang pernah ditingali manusia di seluruh permukaan Bumi. Di sini tidak ada dokter dan listrik hanya menyala lima jam sehari. Tempat ini juga tidak punya saluran air minum atau sistem pembuangan limbah. Untuk urusan air bersih, penduduknya hanya bisa mengandalkan pasokan dari Angkatan Laut yang datang tiga minggu sekali.

27-xauto-tak-ada-ruang-kosong-ini-kota-terpadat-di-dunia-150723x

Selamat datang di Santa Cruz del Islote, sebuah tempat yang sangat padat yang terletak di Kepulauan Karibia, Kolombia. Dengan luas hanya 0,012 kilometer persegi, kota kecil ini ditinggali populasi sebanyak 1.200 orang. Tak heran jika kota ini empat kali lebih padat dari kota Manhattan di New York, Amerika Serikat. Cerita rakyat setempat menyebutkan, kota di salah satu gugusan Pulau San Bernardo, Islote, Kolombia ini ditemukan 150 tahun yang lalu oleh sekelompok nelayan kota pantai Baru yang berjarak 50 kilometer dari Islote.

Saat sandar di pulau ini, para nelayan itu merasa nyaman karena tidak nyamuk di tempat itu, yang merupakan sesuatu yang langka saat itu. Kini, kota ini sudah dipenuhi 90 rumah, dua toko, satu restoran dan sebuah sekolah. Ruang kosong sangat terbatas di pulau ini hingga banyak dari rumah dibangun di atas air yang menjadikan sebagian daratan pulau ini adalah daratan buatan.

Satu-satunya ruang kosong terbuka bagi orang untuk berkumpul hanyalah sebuah halaman yang ukurannya setengah lapangan tenis. Sebagian besar penduduknya bekerja di pulau-pulau terdekat, dan kehidupan di sini digambarkan sebagai damai, dengan anak-anak berperilaku baik dan pintu tidak pernah terkunci. “Hidup di sini tenang dan menyenangkan,” kata Julio Juvenal, 66, keturunan pendiri Islote.

“Kami tidak mengalami kekerasan, kami tidak perlu polisi, kami semua tahu satu sama lain dan kami menikmati hari-hari kami,” sambungnya. Meskipun tidak ada kejahatan, Islote punya seorang penjaga keamanan. Dia ditempatkan di sana karena Kolombia yang mendanai sekolah yang dihadiri oleh 80 anak-anak. Hukum Kolombia menyatakan bahwa harus ada penjaga untuk setiap sekolah.

Jika ada yang meninggal, maka jenazahnya akah dikubur di pulau-pulau terdekat karena Islote tidak punya lahan lagi untuk dijadikan pemakaman umum. (drm)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top