Gempa Kuat Menggoyang Laut Jawa – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Nasional

Gempa Kuat Menggoyang Laut Jawa

Akibat Tumbukan Lempeng Eurasia dan Indo-Australia

Jakarta, KP
[dropcap]G[/dropcap]empa lumayan kencang menggoyang sebagian wilayah Jawa Timur kemarin siang. Gempa ini juga dirasakan hingga di Denpasar dan Mataram. Beruntung, goncangan paling kuat hingga IV MMI tidak sampai menimbulkan kerusakan berarti.

Kabid Informasi Dini Gempa dan Tsunami BMKG Wandono menuturkan, gempa terjadi pada pukul 14:05:05. Pada lima menit pertama setelah gempa, dilaporkan bahwa magnitudo gempa mencapai 6,5 skala richter (SR) dan titik gempa berada di kedalaman 10 km. “Sehingga masyarakat menghawatirkan akan terjadi Tsunami. Tetapi tidak demikian,” tuturnya kemarin.

Wandono mengatakan informasi paling awal itu belum akurat 100 persen. Sebab getaran gempa belum diterima seluruh alat pendeteksi gempa secara seksama. Meski begitu informasi awal ini penting sebagai panduan deteksi atau peringatan dini (early warning). Tetapi setelah data gempa dari seluruh stasiun pemantau masuk ke BMKG, akhirnya mengoreksi data awal gempa. Wandono mengatakan data final dan akurat gempa kemarin siang adalah 5,9 SR dan berada di kedalaman 56 Km. “Dan tidak berpotensi Tsunami,” katanya.

BACA JUGA :  Gempa 6,1 SR Guncang Tarakan, Kalimantan Utara

Untuk titik gempa tidak berubah, yakni di laut 150 km barat daya Kabupaten Malang. Wandono mengatakan gempa di laut Jawa itu terasa hingga di Jogja, Banyuwangi, Denpasar, Surabaya, hingga Mataram. Luas area yang merasakan gempa ini menunjukkan bahwa titik gempa memang benar-benar di kedalaman yang dalam sekali (56 km). Jika titik terjadinya gempat tidak berada di kedalaman yang dalam sekali, area yang merasakan gempa tidak terlalu luas.

Terkait dengan kekuatan gempa, Wandono mengatakan dirasakan berbeda-beda di beberapa wilayah. Goyangan gempa yang paling kuat terpantau di Blitar, Malang, dan Denpasar yakni mencapai III-IV MMI. Sedangkan di titik lain seperti Surabaya, Pacitan, Madiun, dan Mataram hanya kebagian goyangan gempa dengan kekuatan II-III MMI. “Kekuatan gempa IV MMI itu sudah bisa menimbulkan dampak bangunan fisik. Tetapi tidak sampai merusak struktur inti bangunan,” katanya. Gempa dengan kekuatan IV MMI umumnya hanya membuat retak lapisan luar dinding (acian). Dia juga sudah memastikan langsung ke jaringan BMKG di daerah-daerah terdampak gempa, tidak ada laporan kerusakan fisik yang berat.

BACA JUGA :  Gempa Guncang Halmahera Barat, 10.165 Pengungsi Butuh Bantuan Makanan

Wandono menuturkan setiap kali terjadi gempa di laut Jawa, penyebabnya sudah bisa dipastikan. Yakni terjadi gesekan atau tumbukan antara lempeng Eurasia dengan lempeng Indo-Australia. Titik gesekan kedua lepeng ini berada di sekitar palung laut Jawa. Sementara itu lima menit setelah informasi diterima, posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung mengkonfirmasi BPBD. Dari laporan, diketahui bila gempa dirasakan kuat di sejumlah daerah. Selama 5 detik di Kabupaten Malang, 6 dan 4 detik di Kabupaten Blitar dan Lumajang.

BACA JUGA :  Gempa 5,4 SR Guncang Ambon

Bahkan, karena kekuatan gempa yang begitu besar, guncangan pun turut dirasakan sejumlah warga di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur mulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi. Termasuk pula di Jogjakarta, Jawa Tengah, dan Bali.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, pihaknya telah melakukan analisis dampak gempa. Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan yang terjadi. Dia menuturkan, lokasi gempa sendiri berada di zona subduksi atau pertemuan lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia. Lokasi ini masih satu zona dengan gempa 5,7 SR yang terjadi Sabtu (25/7). Saat ini, BPBD masih terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan. Masyarakat pun diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. “Karena gempa dapat terjadi tiba-tiba,” tuturnya. (wan/end)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top