Listrik Dipadamkan, Pedagang Meradang – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Listrik Dipadamkan, Pedagang Meradang

Kendari, KP

[dropcap]R[/dropcap]atusan pedagang Pasar Basah Mandonga meradang ketika lods dagangan mereka tak disambangi pembeli akibat pemadaman listrik. Mereka kecewa pada pengelola yang tak memperjuangkan keberadaan fasilitas penerangan tersebut. “Katanya, banyak teman-teman yang belum bayar listrik. Itu karena pengelola menaikan tarif dua kali lipat. Biasanya kita bayar dibawah Rp 100 ribu, sekarang antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, baru tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya. Terlalu seenaknya juga ini yang punya pasar,” keluh salah seorang pedagang.
mati-lampu
Karena pemadaman itu, pedagang mengaku mengalami kerugian cukup besar. Terlebih lagi para penjual sayur, ikan dan makanan siap saji. “Kalau pedagang pakaian ruginya tidak seberapa, tidak laku hari ini bisa dijual besok, tapi kalau sayur dan ikan bisa layu, apalagi penjual makanan kasihan, mudah-mudahan pengelola bisa mengerti,” sambung pria itu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, Musadar Mappasomba menyayangkan sikap acuh pengelola Pasar Basah Mandonga (PT. Kurnia). Jika benar diputuskan karena pedagang belum membayar, seharusnya pengolola bisa menalangi dulu. Karena pengelola bertindak sebagai penanggung jawab di sana. “Itu murni kelalaian pengelola sampai harus mengorbankan pedagang. Apapun alasannya harus bisa diantisipasi lebih dulu,” jelasnya. Menurut laporan yang diterima Wawali dari para pedagang, ada wacana kenaikan listrik di pusat kegiatan ekonomi itu.     “Pengelola jangan hanya menagih kewajibannya saja, tolong kepentingan pedagang juga diperhatikan. Kalau seandainya ada yang belum bayar listrik, kan tidak mungkin semua menunggak. Seharusnya yang tidak bayar saja yang dipadamkan. Kalau dipadamkan semua, ya diadu domba itu pedagang,” ungkapnya.

Jika listrik tersebut masih dipadamkan dalam beberapa hari ke depan, Pemkot akan melobi PLN untuk memberikan dispensasi waktu kepada para pedagang. “Paling tidak selama ramadan ini saja. Tadi saya hubungi Kepala PLN, katanya memang pengelola belum membayar, hanya saya belum tahu sudah berapa bulan,” jelasnya.

Ketua Komisi  I DPRD Kota Kendari, Subhan juga mengatakan, munculnya gejolak di pasar itu karena pihak pengelola tak mengedepankan komunikasi dengan para pedagang. “Seharusnya kalau ada kenaikan listrik begitu, terlebih dulu libatkan para pedagang, dijelaskan mengapa dan dihitung bersama tarif realistisnya,” kata dia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu berharap kebijaksanaan pengelola memberi ruang para pedagang agar beraktivitas dengan nyaman selama bulan ramadan ini. “Sudah terlalu banyak masalah di sana. Kali ini pengelola harus lebih bijak menyikapi persoalan,” harapnya. (b/ely)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top